Begini Karakter Kartini Abad 21 yang Seharusnya

0
181
Immawati Kartini: Suasana Kajian Kartini Abad 21 yang diselenggarakan oleh Bidang Immawati PC IMM Kota Surabaya. (Foto: Tiara)

KLIKMU.CO – Perempuan abad 21 ialah mereka yang membuka pikiran bahwa perempuan terlahir sebagai manusia yang memiliki derajat yang sama dengan laki-laki. Emansipasi itu berdasar atas kepunyaan pikiran dan hak asasi yang sama pula.

Bahasan di atas menjadi topik kajian Kartini Abad 21 yang diselenggarakan Bidang Immawati Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Kota Surabaya, Jum’at (20/4).

Menurut Amalia Utami Ketua Bidang Immawati, bahwa Kartini dalam konteks sekarang ialah perempuan yang cerdas, mampu ber-amar makruf nahi munkar. Lebih jauh, tidak lagi menjadi sebuah obyek atau tidak hanya dikenakan obyek pekerjaan. Tetapi, juga berperan sebagai subyek.

“Pola pikir seperti ini harus ditata sedari dini agar segala keputusan dan tindakan yang perempuan lakukan dapat menunjukkan jati diri feminisme yang sesungguhnya. Dengan begitu, lambat laun akan meninggalkan budaya patriarki,” tandasnya.

Dia mengatakan, abad 21 merupakan abad pengetahuan, yang mana informasi banyak tersebar dan teknologi berkembang. Juga kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah merubah gaya hidup manusia, baik dalam bekerja, bersosialisasi, bermain maupun belajar.

Kata Amalia, berbeda dengan zaman R.A Kartini, bahwa perempuan dipandang sebelah mata. Tidak mendapatkan porsi lebih, meski memiliki keunggulan daripada kaum Adam.

“Immawati harus meningkatakan budaya diskusi agar bisa membuka akses pikiran dan terbukanya ilmu pengetahuan. Sehingga, Immawati menjadi perempuan yang tidak terbelakang,” tukas Amalia.

Lebih lanjut, katanya, Immawati abad 21 tidak boleh lelah belajar. Karena arus globalisasi menuntut setiap personal Immawati memiliki kualitas.

Dia juga berharap, Immawati hendaknya menjadi counter atas isu-isu yang tidak baik dengan memberi energi positif dan menebar kebaikan.

“Immawati adalah sosok perempuan muslimah yang mulia. Immawati bisa mendapatkat hak-hak muamalah yang sama dengan immawan (julukan kader IMM kaki-laki). Karena Islam memberikan izin kepada perempuan untuk hadir di masyarakat,” pungkasnya. (Tiara/Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here