Begini Kisah Hijrah Anak Punk hingga Dirikan Underground Tauhid

0
204
Jalan Hijrah: Aditya Abdurrahman ketika menjadi pembicara dalam Kajian Akbar Sore SMAMDA. (Foto: Era)

KLIKMU.CO – Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan hidayah. Bulan di mana manusia bisa melakukan perubahan menjadi lebih baik. Hijrah menuju manusia yang lebih bertaqwa kepada Allah swt.

Demikian disampaikan Aditya Abdurrahman, pembina Punk Muslim Surabaya dalam tausiyahnya pada acara Kajian Akbar (Kabar) Sore bertajuk ‘Ramadhan yang Kurindukan’ di Masjid Nurul Ilmi SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (SMAMDA), Kamis (31/5).

Aik, sapaan akrabnya sebelum kuliah, menceritakan kisahnya pada saat ia hijrah. “Tahun 2006 saya mulai berhijrah,” ungkapnya. “Awal hijrah saya kala itu dipicu momentum Ramadhan,” imbuhnya.

Hatinya serasa dibuka, mendapat hidayah Ilahi sehingga ia memutuskan untuk berhijrah, meningkatkan taqwa kepada Allah swt. Ia benar benar bulat meninggalkan Human Corruption, bandnya kala itu. Ia ingin meninggalkan kehidupan yang ia sebut jahiliyah.

“Tahun 2010 saya membentuk komunitas Underground Tauhid, sebuah media online untuk dakwah Islam,” terang Adit.

Ia menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan baik yang dirindukan oleh semua umat Islam di dunia termasuk dia. Jika seseorang sangat berharap bertemu Ramadhan, lanjutnya, maka secara naluriah ingin selalu bersama Ramadhan. Jika hal tersebut dialami seseorang, maka seseorang tersebut masih memiliki fitrah.

“Orang-orang yang memiliki kerinduan tinggi pada Bulan Ramadhan adalah orang yang memiliki peningkatan keimanan. Sperti yang dijelaskan dalam QS Al-Baqarah: 183 bahwa Ramadhan disediakan oleh Allah agar manusia menjadi pribadi yang bertaqwa,” terang putra Titik Nurul Qomariah itu.

Kategori bertaqwa yang dimaksud adalah mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Lebih jauh lagi, bertaqwa artinya memiliki kualitas hidup yang baik. Indikatornya adalah dapat menyampaikan amar ma’ruf dan mencegah kemunkaran.

Dosen ITS ini juga berpesan jika seseorang bisa menangkap makna Ramadhan, maka seseorang itu akan menjadi pribadi lebih baik.

“Contoh sederhana, misalkan dalam Ramadhan ini siswa SMAMDA khatam Alquran. Nah, dari contoh tersebut dapat diartikan bahwa siswa SMAMDA dapat menangkap makna Ramadhan karena senantiasa berusaha mendekatkan diri kepada Allah melalui mengkhatamkan Alquran,” pungkasnya.

Diskusi semakin seru pada sesi tanya jawab. Shela, salah seorang alumni bertanya tentang cara dakwah yang efektof kepada teman. Aditya pun menjawab yakni memberi contoh dengan melakukan hal baik. Ia mengutip pernyataan dari Aa Gym, yakni cukup fokus dengan dirinya sendiri, memperbaiki diri, berusaha beribadah dengan baik dan berakhlaq baik. (Era/Tanti/Andalucia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here