Begini Tanggapan Din dan Dahnil Terkait Pernyataan Keras Luhut Pandjaitan kepada Amien Rais

2
16782
Prof. Din Syamsudin Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat. (Foto: hidayatullah.com)

KLIKMU.CO – “Jangan asal kritik. Saya tahu track record-mu, kok. Kalau kau merasa paling bersih, kau boleh ngomong. Dosamu banyak juga, kok. Ya, sudah diam sajalah. Tapi, jangan main-main. Kalau main-main, kita bisa cari dosamu, kok. Emang, kau siapa?”

Begitu bunyi respons keras Luhut Binsar Pandjaitan Menko Kemaritiman RI saat menjadi pembicara pada Seminar Nasional ‘Kebijakan dan Koordinasi Bidang Maritim untuk Kesejahteraan Nelayan’ di Gedung BPK RI, jalan Gatot Subroto Jakarta, Senin (19/3) kemarin.

Respons bernada ancaman itu dialamatkan kepada salah satu tokoh senior yang belum lama ini menyampaikan kritik kepada pemerintah bahwa Presiden Jokowi telah dianggap melakukan pengibulan terkait kebijakan bagi-bagi sertifikat tanah.

Meski Luhut tak menyebut siapa tokoh senior dimaksud dalam pernyataannya, namun cukup jelas bahwa tokoh senior itu adalah M. Amien Rais Ketua Dewan Kehormatan PAN yang belum lama ini melontarkan kritik tersebut.

Pernyataan keras Purnawirawan Letnan Jenderal itu mendapatkan respons dari beberapa tokoh bangsa. Di antaranya adalah Din Syamsudin Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat dan Dahnil Anzar Simanjuntak Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.

“Seyogianya, tidak ada ancam mengancam dalam kehidupan berbangsa. Bekerja sesuai posisi masing-masing. Ini mengganggu kerukunan. Apalagi kalau masing-masing membuka aib dan kesalahan,” ujar mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu sebagaimana dilansir detiknews.com.

Tanggapan senada juga dilontarkan oleh Dahnil Anzar Simanjuntak. Aktivis berdarah Batak ini menyayangkan adanya respons bernuansa represif tersebut. Apalagi disampaikan oleh tokoh senior sekaligus pemerintah yang seharusnya memberikan keteladanan sebagai pemimpin.

“Saya heran dengan watak represif seperti itu. Pak Luhut seperti menteri spesialis pencari dosa. Saya kira tidak elok jika kritik kemudian dijawab dengan ancaman,” ujarnya kepada KLIKMU.CO, Selasa (20/3) siang.

Dahnil menandaskan, respons berlebihan dari pemerintah kepada para pengkritik tidak perlu dilakukan, apalagi diikuti ancaman akan mencari kesalahan pengkritik.

“Saya melihat Pak Luhut gagap menerima kritikan. Lebih baik, jawab saja kritikan-kritikan tersebut dengan kerja, karena itu memang tanggung jawab eksekutif,” pungkasnya. (ICOOL)

2 KOMENTAR

  1. orang yg emosi pasti tdk akan mampu berfikir dan bertindak yg proporsional. seharusnya para pemimpin bs mmberi contoh baik kpd yg dipimpinnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here