Belajar dari Balon, Keragaman Warnanya untuk Menghargai Perbedaan

0
277
Siswa kelas 3-D SD Muhammadiyah 22 Surabaya bermain dan belajar pakai balon.

KLIKMU.CO – Pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning/CTL) merupakan upaya pendidikan holistik sehingga siswa terus temotivasi dalam belajar. Itulah yang dilakukan siswa kelas 3-D SD Muhammadiyah 22 Surabaya dengan bermain balon.

“Dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari, seperti konteks pribadi, sosial, dan kultural. Mengingat dunia anak merupakan dunia bermain, sehingga bagaimana bermain menjadi bagian dalam proses pembelajaran,” jelas Ustadz Andi Hariyadi saat berinteraksi bersama mereka.

Keragaman warna balon, kata dia, mengajarkan untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan.

Rere dan Azil, dengan keberanian dan menghilangkan rasa takutnya, mampu yang pertama dan kedua meniup balon yang paling besar. Rere senang meniup balon sampai manjadi besar, meski kedua pipinya agak sakit.

Begitu pula Azi. Saat meniup balon dengan kuatnya, tiba-tiba meletus sehingga suasana belajar menjadi gemuruh. Lalu Azil melanjutkan meniup balon berikutnya.

Gemuruh suara dalam kelas semakin bertambah ketika Atha Mahesa, Clarisa, Icha, dan Gelsi meniup balon juga meletus. Ada rasa takut dan juga ada rasa senang.

Ustadz Andi menerangkan, balon yang terbuat dari karet bersifat elastis. Ketika ditiup mengembang menjadi besar. Volume udara yang dikeluarkan sesuai dengan yang tertampung dalam balon. Semakin banyak udara yang masuk berakibat balon terus mengembang. Ketika kelenturannya tidak memadai, meletuslah dengan suara yang keras.

“Belajar dengan bermain balon adalah pelajaran bagi anak-anak tentang sifat benda, kemampuan, dan keberanian menghadapi tantangan akibat letusan balon, termotivasi untuk berusaha menjadi yang terbaik dengan meniup balon yang terbesar,” katanya. (Andi Hariyadi/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here