Belajar Disiplin Diri

0
383
Ilustrasi diambil dari entrepreneur.com

KLIKMU.CO

Oleh Bobi Puji purwanto, S.Pd.*)

Mangingat beberapa tahun lau, saya pernah punya buku dengan ukuran ideal dan menarik banget isinya. Mulanya buku itu saya dapat pinjam dari perusahaan tempat saya kerja. Setelah saya lihat oke, saya beli sendiri. Hehe. Betul, untuk supaya kita efektif bergerak terhadap sesuatu, maka alangkah indahnya jika kita pahami dulu sesuatu itu.

Buku itu dikemas dengan judul ‘Self Driving’, karya Prof. Rhenald Kasali. Apabila kita pastikan isi, maka kita akan dapati sistematika tulisan yang fantastis dan bahasanya renyah serta mudah dimengerti. Mengalir banget pokoknya.

Ada saran konstruktif dalam buku itu. Ya, terutama dalam membangun kuat prinsip perubahan diri. Tentang disiplin diri. Begini, disiplin diri haruslah menjadi salah satu bekal untuk meraih perubahan. Disiplin diri adalah sebuah ability yang memungkinkan kita bertindak tanpa terganggu oleh emosi. Kita tak perlu menunggu mood dulu untuk melakukan sesuatu (positif). Kita akan benar-benar optimistis meraih sasaran (purpose) sesuai dengan planning yang ada. Dan, di dalam disiplin diri ada rasa tanggung jawab kuat.

Coba kita bayangkan, apa yang terjadi jika kita memiliki disiplin diri bagus?

Misalkan; dalam mengikuti organisasi profit atau nonprofit, apabila kita tau secara jelas bahwa program itu unggul dan manfaat, maka dalam penerapan konsep serta tehnis, kita akan selalu optimis menjalakannya. Tanpa menunggu oh nanti dulu atau apa, waktu tepat secepatnya bertindak. Dan saat ada yang berusaha menyurutkan optimisme itu, maka kita akan selalu merasa bahwa ini adalah tanggung jawab penting yang tak boleh ditinggalkan. Dalam hal apa saja, disiplin diri ini proporsional.

Nah, bagaimana kita bisa memunculkan disiplin diri dalam diri?

Sederhana. Dalam buku tersebut, disiplin diri akan muncul, tumbuh dan melekat pada diri kita, itu karena semangat kita latihan (training). Analoginya begini, mari kita coba melatih diri untuk minum kopi tanpa ada gulanya. Bagi kita, yang terbiasa minum kopi manis, kemungkinan merasakan ketidaknyamanan, atau bahkan sulit menelan. Tetapi tunggu, sabar, jika kita melatih minum kopi tanpa gula setiap hari, mungkin 1 minggu ke depan akan terasa nyaman. Dan kita buktikan.

Nah, begitulah disiplin diri muncul, tumbuh, dan puncaknya akan menjadi sebuah katakter. Harus dilatih.

Saya memulai karir di sebuah perusahaan startup beberapa tahun lalu dengan memulai sebagai salasman. Mengapa? Karena memang dibutuhkannya disitu. Saat awal jadi sales, saya merasa tidak sepenuhnya nyaman. Alasannya karena memang itu bukan profesi kesukaan saya (passion). Dan, profesi kesukaan saya ialah jadi musisi terkenal dan banyak fans. Itu sebenarnya. Ini ada hubungannya dengan disiplin diri.

Baiklah. Saya memilih melakukan profesi sebagai salesman itu karena desakan beberapa faktor. Jika saya tak menerima pekerjaa itu, bisa dipastikan, saya tidak bisa sedikit membantu meringankan beban orang tua dalam pembayaran kuliah. Kebetulan, saat itu SPP saya kuliah naik drastis. Beda dengan angkatan saya lainnya. Ya, saya harus terima itu. Bersyukur, jam kuliah saya pindah jadi malam, dan sebagai solusi atas kenaikan SPP saya, cari kerja itu lebih baik.

Kemudian disitu, saya harus melatih secara inkremental untuk sedikit jauh dari profesi kesukaan saya (passion). Jauh dari musik. Ya, meskipun sampai saat ini, profesi kesukaan itu hanya sebatas hobi kecil saja.

So, saya latih itu, dan saat ini apa yang terjadi, saya sudah terbiasa dan salesman menjadi kenikmatan baru bagi saya. Bukan passion yang harus saya ikuti, tapi passion yang mengikuti saya. Artinya, semua pekerjaan bisa nyaman dengan saya, salah satu modalnya ialah kita gemar berlatih. Perlahan-lahan, profesi ini adalah amanah atau tanggung jawab yang harus dioptimalkan.

Banar, harus kita latih. Dan saya tambahkan, kita harus selalu positif dalam berkomunikasi. Terutama pada diri kita sendiri. Jangan pernah kita katakan pesimis pada diri. Kita bisa latihan, karena salah satunya adalah kita berkomunikasi pada diri untuk segera bertindak melatih. Betul kan? Oleh sebab itu, katakan yang positif pada diri. Insya Allah, kita akan sukses ke depan. Aamiin. Semoga Bermanfaat. [*]

Bobi Puji Purwanto, S.Pd. Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi PC Pemuda Muhammadiyah Wonokromo, Kota Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here