Belajar Wirausaha ala Anak-Anak MIM 5 Jombang

0
121
Anak-anak MIM 5 Jombang berlatih wirausaha. (Ani/Klikmu.co)
http://klikmu.co/wp-content/uploads/2018/01/iklan720.jpg

KLIKMU.CO – Di awal tahun 2020 ini siswa kelas 5 MI Muhammadiyah 5 Jombang telah menemukan anak-anak kreatif. Di sela jam istirahat, mereka menuangkan ide kreatif dengan belajar untuk berwirausaha dengan menjual kue dan es hasil kreasi sendiri. Es yang mereka jual langsung dibuat di kelas.

Dengan berkelompok, mereka membagi tugas. Ada yang bagian memblender es, ada yang meracik menunya, ada juga yang bagian promosi ke teman dan adik kelasnya. Dengan belajar berwirausaha seperti ini, anak-anak akan mengetahui secara otomatis kalau ingin mendapatkan sesuatu yang kita inginkan harus berjuang dulu.

Contohnya, kalau ingin punya tas baru, pasti mereka membutuhkan uang untuk membelinya. Dengan berjualan di sekolah di luar jam pelajaran, mereka akan bisa menghasilkan uang dan membeli tas yang mereka inginkan, tanpa meminta uang ke orang tuanya.

Awal mula dagangan yang mereka jual bermodal dari sisa uang saku yang mereka kumpulkan. Dari beberapa teman yang berkelompok untuk berwirausaha ini, mereka mengumpulkan modal dan dilaksanakan bersama. Keuntungan pula mereka bagi rata.

Sebelum berdagang, mereka pun bermusyawarah untuk menjalankan dagangannya. Dari modal dan akan dijual berapa, mereka sudah bisa menentukan bahwa ini nanti akan mendapatkan laba. Mereka juga melayani PO (pre-order). Jadi, dengan banyaknya teman yang PO menjadikan mereka lebih semangat karena sudah jelas laba yang akan mereka dapatkan. Kreativitas mereka duacungi jempol oleh wali kelasnya.

Arlin, siswi penjual es pudot, menyatakan bahwa dengan berjualan seperti ini, dirinya lebih semangat berangkat sekolah. Ternyata guru kelasnya sangat senang dengan ucapan anak tersebut.

Guru kelas senang dan berkata, “Tetap lanjutkan ide-ide kreatif kamu, Nak, selagi itu tidak mengganggu belajarmu.”

Setiap ide kreatif yang anak-anak tuangkan memang tetap harus didukung. Dengan mengajak mereka berkomunikasi dan lebih dekat dengan mereka, guru akan mengetahui karakter, keahlian, atau bakat yang dimiliki anak-anak. (Ani/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here