Berdakwah Diperlukan Aktor, Abdul Mu’thi: Pimpinan Muhammadiyah Tidak Perlu Mundur dari Jabatannya

0
1086
Dr. Abdul Mu'thi, M.Ed. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah memberikan pengarahan PDM Kota Surabaya saat Rapat Konsolidasi di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya

KLIKMU.CO – Pertanyaan terkait kebijakan organisasi apakah pimpinan Muhammadiyah di semua level tingkatan ketika maju legislatif atau eksekutif harus mundur dari jabatan struktural kepengurusan, kini terjawab sudah.

“Struktur Pimpinan tidak perlu mundur, sebaiknya non aktif selama kampanye. Lain cerita ketika menduduki posisi penting di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), ada aturan khusus dan memang harus mundur,” tandas Dr. Abdul Mu’thi, M.Ed Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah saat Rapat Konsolidasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya di The Millenium Building SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Sabtu (11/8) malam.

Hadir dalam kesempatan itu Ir. Tamhid Masyhudi, MM. Sekretaris PWM Jawa Timur, Dr. Biyanto, M.Ag Wakil Sekretaris PWM Jatim, Dr.Mahsun Jayadi, M.Ag Ketua PDM Kota Surabaya beserta jajarannya. Hadir pula, Ketua PC Muhammadiyah Se-Surabaya, Ketua ortom tingkat Daerah dan PCA Se-Surabaya.

Pak Mu’thi, begitu panggilan akrabnya Dr. Abdul Mu’thi, M.Ed menyampaikan, banyak kasus ditemukan dilapangan ketika pemimpin AUM maju dalam kontestasi politik misalnya, tingkat kebobolan kas keuangan tidak sedikit.

“Ketahuannya itu setelah tidak jadi. Contohnya, mana mungkin bagian keuangan tidak mencairkan uang ketika Pak Rektor meminta. Karena itu Pemimpin AUM harus mundur dari jabatannya,” tegas Pak Mu’thi dalam acara bertajuk ‘Satu Hati, Sejuta Aksi Menuju Sukses Jihad Politik.’ itu.

Mu’thi tidak menampik pentingnya dakwah struktural dalam praksis politik kebangsaan sekarang ini, tentu tidak mengabaikan pentingnya dakwah kultural.

Dengan dakwah struktural, jelas Mu’thi organisasi menggunakan saluran-saluran kelembagaan yang ada dalam negara atau suatu masyarakat. Dimana,pendekatan ini menggunakan pendekatan aktor dan regulasi.

Kata Mu’thi, pendekatan aktor maksudnya ialah melakukan upaya berdakwah melalui mereka yang memperoleh kemenangan-kemenangan dalam penyelenggaraan negara. Sedangkan legislasi, yaitu upaya pendekatan melalui aturan-aturan kelembagaan negara yang menjadi dasar bagi suatu masyarakat dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Hal ini penting, karena dakwah Muhammadiyah tidak hanya berimbas personal (sekedar sholat dan sejenisnya), namun harus beimplikasi pada masyarakat secara luas.

Karena itu dalam berdakwah diperlukan aktor yang dia memiliki kemenangan struktural yang melekat dalam jajarannya. “Kalau kira-kira Walikota suatu daerah rajin sholat, kira-kira SKPD-nya rajin sholat atau tidak?” katanya sederhana saja menilai itu, Karenanya inilah pentingnya aktor.

Dari dasar itulah, lanjut Abdul Mu’thi, PP Muhammadiyah saat ini sedikit agak longgar dengan aturan pimpinan yang ingin menyalurkan aspirasi politiknya. (Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here