Beredar Masker Palsu, Kenali Masker Asli Layak Pakai

0
70
Foto istimewa

KLIKMU.CO – Belakangan beredar isu masker palsu yang dikhawatirkan membuat seseorang rentan tertular virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Kementerian Kesehatan pun mengimbau masyarakat untuk hati-hari dalam membeli dan memakai masker.

Menurut Kemenkes, kini sudah ada 996 industri masker medis yang memiliki nomor izin edar dari Kementerian Kesehatan. “Kalau dia sudah mendapatkan izin edar dari Kemenkes, artinya masker ini dikategorikan sebagai masker bedah atau masker N95 atau KN95 yang dikategorikan sebagai alat kesehatan,” kata Plt Dirjen Farmalkes drg Arianti Anaya MKM Ahad lalu (4/4).

Drg Arianti menjelaskan, jenis masker medis adalah masker bedah dan masker respirator. Masker bedah berbahan material berupa non-woven spunbond, meltblown, spunbond (sms) dan spunbond, meltblown, meltblown, spunbond (SMMS). “Masker tersebut digunakan sekali pakai dengan tiga lapisan. Penggunaannya menutupi mulut dan hidung,” jelasnya dikutip dari laman Kemenkes.

Ia menyatakan, lain halnya dengan masker respirator atau biasa disebut N95 atau KN95. Biasanya masker respirator ini menggunakan lapisan lebih tebal berupa polypropylene, lapisan tengah berupa elektrete/charge polypropylene.

Masker jenis ini, kata drq Arianti, memiliki kemampuan filtrasi yang lebih baik dibandingkan dengan masker bedah. “Biasanya masker respirator ini digunakan oleh pasien yang kontak langsung dengan pasien Covid-19 dan selalu digunakan untuk perlindungan tenaga kesehatan,” paparnya.

Nah, ketika produk masker sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan, masker tersebut telah memenuhi persyaratan mutu keamanan dan manfaat. Antara lain telah lulus uji bacterial filtration efficiency (BFE), partie filtration efficiency (PFE), dan breathing resistence sebagai syarat untuk mencegah masuknya dan mencegah penularan virus serta bakteri.

“Masker medis harus mempunyai efisiensi penyaringan bakteri minimal 95%,” tutur drg Arianti.

Menurut dia, selain memberikan izin edar masker, Kemenkes juga terus melakukan pengawasan di peredaran terhadap produk-produk yang sudah memiliki izin edar. Untuk menindaklanjuti masker yang beredar ilegal, Kemenkes melakukan upaya melalui mekanisme kerjasama dengan aparat hukum.

“Masker N95 dan KN95 untuk kebutuhan medis dan nonmedis secara fisik sulit dibedakan secara fisik. Itu baru bisa dilihat setelah dilakukan pengujian,” tegasnya.

Oleh karena itu, dmei menghindari kesalahan pemilihan masker medis, tenaga kesehatan dan masyarakat dapat membeli masker medis yang sudah memiliki izin edar alat kesehatan dari Kemenkes. Izin edar biasanya tercantum pada kemasan atau dapat juga diakses di infoalkes.kemkes.go.id.

“Saya mengimbau kepada seluruh tenaga kesehatan dan masyarakat untuk cermat memilih masker dalam menjaga diri dari penularan Covid-19. Jangan hanya tergiur dengan model atau apa pun. Yang penting kita memilih masker yang sesuai dengan kebutuhan kita,” kata drg Arianti. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here