Berfaedah, Ada Edukasi Ekologis di Syawal Camp Matsamutu

0
232
Foto Penyerahan cenderamata pihak sekolah kepada pengelola konservasi lutung jawa di area Coban Talun, Malang diambil oleh ode

KLIKMU.CO – Libur Lebaran telah usai. MTs Muhammadiyah 1 Kota Malang (Matsamutu) pun kembali beraktivitas. Mengawali kegiatan kali ini, mereka mengadakan Syawal Camp di Coban Talun, Malang. Siswa/siswi kelas 9 yang juga pengurus IPM dan HW ditunjuk sebagai panitia pelaksana pada agenda yang digelar selama dua hari, Jumat-Sabtu (21-22/6), tersebut.

Para guru dan siswa kompak mengenakan seragam Hisbul Wathan. Sejuk dan ceria, begitulah kondisi alam yang sangat mendukung jalannya kegiatan. Para guru dan murid tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan dalam Syawal Camp tersebut.

Muhlis Ahmad, pembina IPM Matsamutu, menerangkan bahwa ini adalah program tahunan Matsamutu pasca-libur Lebaran. “Program ini merupakan silaturahim seluruh sivitas dan pendidikan leadership jepada siswa-siswi Matsamutu,” ujar lulusan Pendidikan Matematika UMM yang juga alumnus IMM Raushan Fikr ini.
Agenda silaturahim yang dikonsep outdoor ini diikuti 130 murid dari kelas 7 dan 8. Di samping siswa, agenda ini juga diikuti segenap guru Matsamutu, tak terkecuali sang kepala sekolah.

Yang cukup menarik adalah ada edukasi ekologis tentang lutung jawa kepada siswa-siswi Syawal Camp tahun ini. Selain itu, ada kegiatan tentang leadership, outbound, api unggun, dan jelajah hutan.

Kepala Sekolah Matsamutu Abdul Wahid MPd mengatakan, edukasi ekologis ini bermanfaat untuk memberikan kesadaran komunal kepada guru-guru dan siswa-siswi. “Penting bagi kita punya kesadaran menyayangi, termasuk kepada hewan dan tumbuh-tumbuhan,” jelas lulusan Pendidikan Bahasa Inggris UMM itu.

Menurut Wahid, observasi lutung jawa ini sendiri diusulkan oleh pembina perguruan Muhammadiyah Tlogomas, Bambang Parianom, yang juga seorang aktivis lingkungan.

Dia menambahkan, secara tidak langsung, agenda ini memiliki nilai filosofis yang tidak barangkali diketahui peserta. “Kita berusaha menggiring para peserta untuk merefleksi kehidupan manusia dan alam agar kita semua peduli tentang lingkungan,” tuturnya.

“Seperti yang tadi disampaikan pembinanya bahwa hewan itu ketika memakan biji-bijian, kemudian bijinya tumbuh menjadi pepohonan, lalu memberi oksigen dan menyerap air,” katanya.

Nah, menurutnya, itu nilai filosofis yang memang harus dipahami anak-anak bahwa mereka sebenarnya tidak boleh seenaknya sendiri memperlakukan alam.

Wahid menambahkan, kegiatan bermanfaat ini harus dilestarikan terus. “Pada November mendatang para siswa juga akan diajak menanam pohon,” ungkap mantan ketua umum IMM Raushan Fikr UMM tersebut. (Ode/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here