Beri Sambutan di Wisuda XXXI Umsida, Begini Pesan Kyai Sa’ad kepada Wisudawan

0
370
Meretas Masa Depan: Suasana Wisuda XXXI Umsida. (Foto: Humas Umsida)

KLIKMU.CO – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr. K.H. Saad Ibrahim, MA memberikan sambutan dalam acara Wisuda XXXI Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Sabtu (5/5). Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya mengamalkan ilmu sebagai sarana mendekatkan diri pada Allah swt., bukan justru membuat manusia jauh dengan Tuhannya.

Kyai Sa’ad, demikian panggilan akrabnya, menganalogikan paparannya tersebut berdasarkan napak tilas yang telah dilalui dua ilmuwan yang tersohor di dunia, yakni Steven William Hawking dan Ibnu Sina. Menurutnya, kedua figur tersebut memiliki pandangan yang berlawanan dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan. Yang dialami Hawking, menurut Kyai Sa’ad, adalah bentuk penerapan pengetahuan dengan cara yang tidak tepat.

“Steven William Hawking adalah ikon dunia sains modern, khususnya ilmu fisika teoritis dan kosmologi. Dari tahun 1966 sampai 2015, ia mendapat 18 penghargaan terhadap reputasinya yang luar biasa. Termasuk penghargaan dari Obama; Presidential Medal of Freedom. Berbasis pada perjalanan karir keilmuannya, ia sampai pada simpulan bahwa alam semesta sepenuhnya mengikuti aturannya sendiri, sehingga tidak diperlukan sekalipun sekedar hipotesa bahwa Tuhanlah yang menciptakan dan mengaturnya. Puncak kepongahannya disampaikan di tahun 2014; Tuhan tidak ada,” paparnya.

Ia melanjutkan, “Sekalipun begitu ia ingin tetap hidup, tetap eksis. Sekarang setelah kematian menimpanya, berbasis pada teologi agama: Ia pasti ingin benar-benar mati, lenyap sepenuhnya. Sebab ia sedang dan seterusnya merasakan derita pedih yang tak berkesudahan. Padahal sekarang ia hidup dan tetap hidup di dunia lain, yang dulu ia negasikan!”

Sementara hal berbeda dilalui Ibnu Sina. Menurut Dosen UIN Maliki Malang itu, Ibnu Sina telah berhasil menerapkan pengetahuan dalam sisi yang saling berkaitan dengan agama. Kyai Sa’ad menerangkan, pada waktu Ibnu Sina memberi perintah pada pembantunya untuk menyiapkan air wudhu, pembantunya tersebut justru menolak. Namun, hal berbeda yang dilakukan Nabi Muhammad saw. sebab, perintah nabi kepada umatnya selalu ditaati.

“Saya memerintahkan pembantu (mengambilkan air wudhu) tidak digubris. Sementara Nabi Muhammad saw. memerintahkan umat untuk berwudhu di pagi buta, yang amat dingin pun umat menaati beliau,” tukasnya mengutip perjalanan hidup Ibnu Sina.

Kyai Sa’ad menambahkan, segenap civitas akademika Umsida memiliki peran penting dalam mengembangkan amal usaha Muhammadiyah. Ia kembali mencontohkan kiprah yang telah dilalui pendiri pabrik pulpen bermerk Parker, George Safford Parker. Menurutnya, dulu sebelum Parker mendirikan pabrik pulpen yang sampai sekarang dipakai para presiden di dunia, ia adalah seorang guru yang bekerja sebagai sales pulpen di The John Holland.

Namun, ketika bekerja dalam bidang tersebut Parker melihat banyak pulpen yang rusak. Akhirnya, jelas Kyai Sa’ad, Parker berinisiatif memberikan servis terhadap masalah itu. Tak puas sampai di situ, Parker pun membuat gagasan baru dengan mendirikan sendiri pulpen yang lebih bagus kualitasnya, yang tidak mudah rusak. Merujuk pada kisah itu, ia menekankan pentingnya civitas akademika Umsida dalam mencontoh hal itu.

“Eksistensi amal usaha Muhammadiyah termasuk Umsida Sidoarjo ini akan nilai dari kiprah alumninya. Seperti pabrik pulpen guru tersebut, dari produknya, Parker,” ujarnya.

Kyai Sa’ad menambahkan, dalam prosesi pencapaian wisuda, masih terdapat perjalanan panjang, yakni kesadaran untuk menempuh perjalanan berikutnya.

“Wisuda merupakan bagian ritual capaian tingkat akademik yang dalam wujud simboliknya berupa pemindahan kuncir topi. Pada tataran eksistensialnya bisa dimaknai tibanya pengantaran pada sebuah terminal capaian akademik. Tentu pemaknaan itu dimaksudkan untuk membangkitkan kesadaran melanjutkan perjalan eksistensial ke terminal berikutnya,” paparnya. (Frd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here