Berjuang ala Al Fatih, Tak Pernah Tinggalkan Shalat Rawatib dan Tahajud Semasa Hidup

0
196
Webinar Kepemimpinan Seri III yang diselenggarakan SMP Muhammadiyah 7 Sabtu malam. (Rukhan Asrori/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Sekolahnya Para Pemimpin SMP Muhammadiyah 7 Surabaya sukses menggelar acara milenial yang diselenggarakan setiap bulan, Webinar Kepemimpinan Seri III, secara virtual melalui Zoom Sabtu malam (13/3/2021). Dalam webinar kali ini, hadir pula para peserta dari luar Pulau Jawa.

Sebagaimana namanya, kegiatan ini merupakan edisi ketiga yang diselenggarakan berturut-turut oleh sekolah. Webinar Kepemimpinan Seri III Sabtu malam menghadirkan narasumber yang sarat pengalaman, Ustadz Bayu Swara Setya Saputra SPd. Ia sekaligus kepala SD Muhammadiyah 12 Surabaya.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Ustadz Imam Sapari SHI MPdI menyampaikan bahwa tujuan webinar ini adalah menanamkan karakter. Di samping itu, meminta para peserta didik meneladani sosok pemimpin dari penyelenggaraan webinar seri pertama hingga saat ini.

“Tema webinar kali ini adalah Muhammad Al Fatih sang Penakluk Konstantinopel,” ujarnya.

Ustadz Bayu menjelaskan bagaimana karakter Al Fatih yang sudah ditakdirkan menjadi panglima perang dengan 250 ribu tentara merupakan sebaik-baiknya pemimpin dan pasukan dalam rangka penaklukan sebuah kota yang sangat sulit ditaklukkan selama ribuan tahun.

Menurut Ustadz Bayu, esensi dari perjuangan Al Fatih adalah tidak pernah meninggalkan ibadah shalat rawatib dan Tahajud semasa hidupnya. Dia menambahkan bahwa sejarah Kota Konstantinopel merupakan wilayah timur dari Kekaisaran Romawi yang sangat berkuasa di zamannya sejak tahun 300 sampai 1453.

“Dan hampir seluruh kerajaan di berbagai belahan dunia tidak pernah bisa menaklukkannya, termasuk seluruh pendahulu dari Muhammad Al Fatih,” paparnya.

Dalam Hadits Riwayat Ahmad dijelaskan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda bahwa, “Kamu pasti bisa menaklukkan Konstantinopel. Sebaik-baiknya panglima perang adalah panglima terbaik dan sebaik-baiknya pasukan adalah pasukan terbaik.” Hadits ini telah terbukti dengan perjuangan yang luar biasa dilakukan Muhammad Al Fatih yang berhasil menaklukkan dari berbagai arah untuk mengepung Kekaisaran Bizantium pada tahun 1453.

“Semoga kita sebagai generasi Islam bisa mendapatkan pelajaran berharga sebagaimana disampaikan oleh Muhammad Al Fatih sebagai kunci keberhasilan. Yaitu they believe in something that cannot seen by eyes. Artinya, mereka percaya sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh mata,” tegasnya.

“Hal ini menegaskan bahwa kita harus yakin keberhasilan itu dekat dengan kita dan kita mampu meraihnya dengan segala rintangan yang ada,” tandasnya. (Rukhan Asrori/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here