Berkat Start-up Halal Butcher’s Bali, Mahasiswa UMM Akan Tampil di Ajang FESyar Nasional

0
140
Nadia Rahma Shafira saat menjadi juara 1 tingkat provinsi dan akan mewakili Bali di Fesyar tingkat nasional. (Humas UMM/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Nadia Rahma Shafira, menjadi finalis Festival Ekonomi dan Keuangan Syariah (FESyar) Bank Indonesia Provinsi Bali. Nadia yang ikut di cabang lomba Model Bisnis Syariah berhasil meraih juara 1 tingkat provinsi yang diumumkan Jumat (19/6).

Mahasiswa angkatan 2018 ini menang melalui ide start-up bernama “Halal Butcher’s Bali. Tahap selanjutnya, Nadia menjadi perwakilan Provinsi Bali di tingkat nasional yang diperkirakan diadakan Oktober mendatang.

Halal Bucther’s Bali merupakan platform berbasis aplikasi mobile yang bertujuan untuk menghubungkan para pemotong dan penyetok daging dengan pembeli daging yang berlandas syariah.

Nadia menyatakan, gagasan membangun start-up ini terbentuk karena banyaknya wisatawan luar Bali, baik dalam maupun luar negeri, yang berlibur ke Bali. Hal ini tentunya menjadi peluang besar bagi para pelaku industri di bidang kuliner, khususnya penyedia makanan halal, karena adanya wisatawan muslim.

“Yang menjadi keraguan di Bali yaitu makanan hewani. Sebab, proses penyembelihan sampai pendistribusian harus benar-benar sesuai syariat agama Islam sehingga terjaga kehalalannya,” katanya.

“Oleh karena itu, aplikasi Halal Butcher’s Bali akan menjadi media yang sangat berguna dengan adanya simbiosis mutualisme antara penyetok daging dan pemotong daging yang terjamin kehalalannya dan berjalan sesuai prinsip syariah,” terang mahasiswa asal Kabupaten Buleleng itu saat dihubungi Selasa (23/6).

Start-up Halal Butcher’s Bali mengunakan metode penta helix untuk memastikan kehalalan supply chain dalam mendistribusikan daging potong ke konsumen. Di proyek aplikasi yang dikerjakan bersama temannya Fachradina Yuniar dari Universitas Pendidikan Ganesha ini, bakal diadakannya pelatihan dan edukasi hingga pengimplementasian SJH bagi para pelaku industri.

“Selain itu, adanya checklist audit untuk dilaporkan ke LPPOM MUI melalui CEROL-SS23000 atau sistem pelayanan sertifikasi halal dari LPPOM MUI secara online setiap 6 bulan sekali, dilanjutkan dengan management review sehingga daging yang didistribusikan dijamin kehalalannya,” ujar Nadia.

Nadia menyadari, butuh banyak pihak agar aplikasinya dikenal luas. Karena itu, dia akan menggandeng stakeholder seperti Academician (Akademisi), Business (pelaku industry), Community (komunitas), Government (pemerintah) dan Media. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here