Berkunjung ke Muhammadiyah, Mendikbud Minta Maaf soal Polemik POP

0
102
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim (dua dari kiri) diterima oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr H Abdul Mu`ti MEd (dua dari kanan) dan Bendahara Umum PP Muhammadiyah Prof Dr H Suyatno MPd (kiri) di kantor PP Muhammadiyah. (istimewa/klikmu.co)

KLIKMU.CO – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim berkunjung ke kantor PP Muhammadiyah kemarin (29/7/2020). Kedatangan itu dalam rangka untuk meminta maaf atas polemik program organisasi penggerak (POP).

Sebelumnya, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), lantas diikuti PGRI menyatakan mundur dari program tersebut. Mereka menilai prosesnya tidak transparan.

Di kantor PP, Nadiem Makarim disambut oleh Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah Dr Abdul Mu’ti MEd bersama Bendahara Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Suyatno MPd.

“Mendikbud menyampaikan permintaan maaf atas hal-hal yang terkait dengan program POP,” ungkap Abdul Mu’ti dikutip dari Suara Muhammadiyah, Rabu (29/7/2020).

Menurut Abdul Mu’ti, pertemuan yang berlangsung selama satu jam itu membicarakan berbagai kebijakan Kemendikbud, khususnya POP. Nadiem berjanji untuk mengevaluasi program tersebut.

“Muhammadiyah menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan permintaan maaf. Akan tetapi belum menentukan sikap mengenai program POP. PP Muhammadiyah akan membahas secara khusus dengan Majelis Dikdasmen dan Majelis Dikti Litbang dalam waktu dekat,” tambah Mu’ti.

Dalam pertemuan ini, Mendikbud juga menyampaikan ucapan Milad Ke-111 Muhammadiyah yang jatuh pada 8 Zulhijjah 1441 Hijriah.

Sementara itu, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan, mundurnya Muhammadiyah, NU, dan PGRI dari program tersebut menunjukkan ada masalah besar. Menurut Din, Mendikbud tidak memiliki pengetahuan memadai tentang sejarah pendidikan nasional Indonesia. ”Juga peran organisasi-organisasi kemasyarakatan, khususnya keagamaan, dalam gerakan pendidikan nasional. Muhammadiyah dan NU adalah pelopor pendidikan di Indonesia,” tegas Din sebagaimana diberitakan Jawa Pos. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here