Bermuhammadiyah Itu Tidak Sekedar Rapat dan Rapat

0
237
Foto aziz Alimul Hidayat (pegang mic) saat memberi energy di Muhammadiyah Kenjeran

KLIKMU.CO-Kelemahan dari kolegtif kolegial ketika kita tidak memahami makna tumbuhnya sebuah organisasi.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Dr Abdul Aziz Alimul Hidayat MKes dalam rapat kerja Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kenjeran di ruang Aula Lt 3 gedung dakwah Muhammadiyah Kenjeran Surabaya, Ahad (13/1).

Abdul Aziz Alimul Hidayat, menyampaikan, Muhammadiyah itu sebuah organisasi persyarikatan tentu memiliki perbedaan dengan organisasi ataupun yayasan yang lain. “Ada beberapa orang yang beranggapan bahwa tugas Muhammadiyah itu hanya rapat kesana kemari padahal yang perlu kita sampaikan bahwa sebuah koordinasi organisasi itu letaknya pada rakor dan rapat. Kadang-kadang kalau tidak paham secara detail dianggap hal sepele padahal inilah momen pentingnya berorganisasi itu,”

“Apalagi saat ini Muhammadiyah tentu berat sekali didalam menghadapi berbagai tantangan baik internal maupun eksternal. Kedua faktor inilah yang membuat maju tidaknya sebuah organisasi. Faktor internal adalah manajemen, bagaimana mengelola aset-aset yang ada salah satu aset itu ya sumber daya manusianya, sarana prasarananya dan seterusnya.

“Kalau kita kaitkan dengan dengan persoalan Cabang atau Ranting bahwa faktor eksternal itu yang memiliki peran besar, kadang-kadang kita tidak memiliki kekuatan ketika faktor eksternal ini sering mempengaruhi persoalan-perasoalan yang ada diorganisasi, kerap sekali didalam menghadapi pertumbuhan itu bahwa organisasi itu tumbuh dari bawah. Bahwa sebenarnya gerakan inti dari gerakan Muhammadiyah itu diranting dan dicabang. Mulai daerah sampai pusat itu hanya mengkoordinasi manakala ranting dan cabang tidak jalan maka Muhammadiyah tidak memiliki peran.

“Perlulah kita melakukan evaluasi diri, perlulah kita evaluasi kebijakan itu ketika kebijakan itu tidak aspirasi dari bawah. Karena munculnya gerakan-gerakan Muhammadiyah itu dari bawah bukan dari atas. Bahwa penting untuk mengkoordinir aspirasi yang dari bawah, kita kadang-kadang lupa ketika memimpin sebuah organisasi yang sudah matang kita berbeda kita harus sadari bahwa Muhammadiyah itu tumbuhnya dari bawah,” kata Wakil Rektor 1 Universitas Muhammadiyah Surabaya itu.

Pak Abdul Aziz biasa dia dipanggil, menegaskan, karena isunya Muhammadiyah fokus pada amal usaha kadang orang Muhammadiyah yang aktif diamal usaha yang dipikirkan hanya amal usaha itu padahal munculnya amal usaha itu bagian kecil dari organisasi Muhammadiyah untuk berdakwah.

“Muhammadiyah bisa masuk didalam beberapa lingkungan yang dimana orang tidak mau menerima tetapi diamal usaha itu bisa. Didaerah manapun ketika mau mendirikan Muhammadiyah sulit, tetapi ketika amal usaha seperti sekolah, panti asuhan, rumah sakit atau yang lain itu bisa diterima maka kemudian kita harus mengembangkan gerakan Muhammadiyah itu,” katanya.

“Kadang kita juga lupa bahwa paham Muhammadiyah adalah gerakan terbuka, memiliki karakteristik yang bermacam-macam maka kadang tidak bisa diarahkan satu suara maka kita harus memberikan pendewasaan dan yang lebih penting mencerahkan bahwa Muhammadiyah hadir ditengah masyarakat memberikan pengayoman kepada siapapun supaya simpatik kepada Muhammadiyah dan ikut memahami bahkan ikut berjuang menggerakkan Muhammadiyah,” ucapnya.

“Karena Muhammadiyah itu menginginkan seluruh warganya bergerak dan berhasil maka pimpinan Muhammadiyah itu harus mampu membuat perencaan yang matang, mampu menggerakkan warganya, mampu menorganisasikan dan mampu melakukan kontrol. Inilah yang seharusnya kita lakukan bagaimana melalui raker ini Bapak ibu bisa menjalankan sesuai dengan tujuan organisasi, bisa menjalankan secara maksimal.

“Mudah-mudahan kita menjadi bagian dari umat terbaik, kita menjadi bagian yang tentu sedikit tetapi memiliki peran yang besar dalam mengembangkan organisasi Muhammadiyah ini,” tuturnya. (Habibie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here