Bersama Persyarikatan, Amal Usaha Maju

0
181
Litbang Kemendagri

Oleh: H.M. Sun’an Miskan Lc.

KLIKMU.CO

Taulisan ini merupakan sambutan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta pada Silaturrahim Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Bersama
Ketua PWM DKI Jakarta, Ketua PWM Jawa Barat, Ketua PWM
Banten, Kamis, 25 Juni 2020.

Pertama, mari kita bersyukur ke hadirat Allah SWT, acara Silaturrahim Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Bersama Ketua PWM DKI Jakarta, Ketua PWM Jawa Barat, dan Ketua PWM Banten dapat terselenggara via Zoom meeting. Semoga silaturrahim ini berhasil seperti temanya, yaitu Optimalisasi Peran UMJ di Persyarikatan.

Indikasi peran tersebut ada beberapa hal, antara lain:
1. Bersama persyarikatan UMJ maju.
2. UMJ sebagai alat dakwah Muhammadiyah.
3. UMJ sebagai bentuk mini dari tujuan persyarikatan Muhammadiyah, yaitu terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
4. Sesuai dengan pokok pikiran ke-4 Muqoddimah AD Muhammadiyah bahwa didirikannya Amal Usaha Muhammadiyah, dalam hal ini UMJ, adalah untuk menegakkan, menjunjung tinggi agama Islam, melakukan islah, perbaikan secara damai dan ihsan kepada masyarakat.

Untuk merealisasikan indikasi pada poin ke-4 (empat) tersebut di atas, KH Ahmad Dahlan telah mengerahkan tenaga, pikiran, dan membelanjakan hartanya untuk mendirikan amal fi sabiilillah berupa sekolah di rumah beliau, berkurikulum perpaduan antara ilmu agama dan umum dan mendapat penolakan yang luar biasa dari masyarakat tradisional. Beliau yakin bahwa berhasilnya sekolah tersebut, terutama dalam penggajian guru-gurunya, harus dilaksanakan dengan mengerahkan tenaga, pikiran, dan membelanjakan harta beliau, atas dorongan spirit Al Ma’un dan seperti isi QS Surat As Shaf 10-11:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلٰى تِجَارَةٍ تُنْجِيْكُمْ مِّنْ عَذَابٍ اَلِيْمٍ – ١٠

Wahai orang-orang yang beriman, maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?

61:11
تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَتُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَۙ – ١١
Yaitu kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.

Dalam perjalanannya, dunia pendidikan yang dikelola persyarikatan itu sampai tahun 1980, rata-rata amal usaha pendidikan ini masih dibiayai persyarikatan atau tepatnya masih jadi beban persyarikatan. Baru sedikit yang dapat mandiri. Barulah sesudah tahun 1980 tatkala maraknya abad industri di Indonesia, dan orang tidak dapat mendapatkan pekerjaan kecuali mempunyai keahlian dan skill tertentu, sekolah Muhammadiyah dari TK sampai perguruan tinggi, terutama menengah atas, menengah kejuruan, dan perguruan tingginya dengan berbagai jurusannya yang siap untuk mengisi kebutuhan dunia industri, sekolah dan perguruan tinggi tersebut kebanjiran siswa dan mahasiswa. Mereka ramai-ramai masuk meskipun berbayar relatif mahal. Sehingga income dunia pendidikan banyak.

*****

Tentu yang paling diharapkan dari persyarikatan adalah indikasi nomor 2 (dua) tersebut, yakni UMJ sebagai alat dakwah Muhammadiyah. Maka, materi dakwah yang harus disampaikan dan juga ini sebagai landasan dalam mengembangkan pendidikan tinggi Muhammadiyah, yaitu yang tertera di pokok pikiran Muqoddimah AD Muhammadiayah:

1. Hidup manusia harus berdasarkan tauhid, mengesakan Allah; bertuhan, beribadah, serta patuh hanya kepada-Nya (QS 7: 172).

وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَا ۛاَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ – ١٧٢

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.

*****

Tauhid di sini ialah perpaduan antara tauhid berupa teori, nadloriyah. Tauhid Rubiyah dan sifat: serta mulkiyah Allah pencipta dengan segala kesempurnaannya dan Ia pemilik, penguasa semesta.
Maka, dilanjutkan dengan Tauhid Amaly, Tauhid Aksi, yaitu Tauhid Uluhiyah yang kredonya: Laa Ilaaha Illallah. Karena Ia satu-satunya Pencipta, maka tiada kecintaan, kepasrahan, dan peribadatan kecuali kepada Allah. Peribadatan itu ada yang bersifat umum seperti membuat UMJ menjadi Perguruan Tinggi yang par-excellence. Ada ibadah yang khusus seperti shalat yang bentuk, cara, gerakan bilangannya ditentukan oleh Allah dan Rasulnya. Siapa yang menambah atau mengurangi bidah.

2. Hidup harus bermasyarakat. Itu Sunnah Allah (QS 49: 13)

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ – ١٣

Wahai manusia, sungguh Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.

3. Hanya ajaran Islam satu-satunya ajaran yang dapat digunakan sebagai pembinaan pribadi & masyarakat untuk bahagia sejahtera dunia akhirat (QS 3: 19).

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْ ۗوَمَنْ يَّكْفُرْ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ – ١٩

Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.

4. Menegakkan, mennjunjung tinggi Islam dengan mendirikan amal usaha adalah wajib, sebagai ibadah dan islah & ihsan kepada sesama. (QS Shaf: 10-11).

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلٰى تِجَارَةٍ تُنْجِيْكُمْ مِّنْ عَذَابٍ اَلِيْمٍ –

Wahai orang-orang yang beriman, maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (61:11).

تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَتُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَۙ – ١١

Yaitu kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.

5. Perjuangan harus Ittiba Rasul (QS Mumtahana: 6)

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْهِمْ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُو اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّ فَاِنَّ اللّٰهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ ࣖ – ٦

Sungguh, pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) terdapat suri teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) hari kemudian, dan barangsiapa berpaling, maka sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mahakaya, Maha Terpuji.

6. Perjuangan akan berhasil kalau berorganisasi (QS Ali Imran: 104).

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ – ١٠٤

Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

7. Tujuannya membentuk masyarakat Islam yang sebenar-benarnya dengan konsisten bertajdid, menuju baldatun thoyibatun wa rabbun ghafur.(An Nahal: 125) dan (Saba: 15 )

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَ جَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ – ١٢٥

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk
Dan:

لَقَدْ كَانَ لِسَبَاٍ فِيْ مَسْكَنِهِمْ اٰيَةٌ ۚجَنَّتٰنِ عَنْ يَّمِيْنٍ وَّشِمَالٍ ەۗ كُلُوْا مِنْ رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوْا لَهٗ ۗبَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَّرَبٌّ غَفُوْرٌ – ١٥

Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.”

Sebetulnya indikasi-indikasi tersebut, yaitu bersama persyarikatan UMJ maju, UMJ sebagai alat dakwah, UMJ sebagai bentuk mini dari masyarakat Islam yang sebenarnya, UMJ untuk menegakkan, menjunjung tinggi agama Islam, sebagai mushlih zaman sudah wujud dan berjalan, tinggal ditingkatkan. Apalagi didukung sebagai universitas Muhammadiyah tertua sejak 1955 dan sekarang didukung pergedungan dan peralatannya yang baik, indah untuk pusat kebudayaan nasional dan internasional, maka sudah seyogianya calon wali mahasiswa, terutama wilayah DKI, Jabar, Banten, untuk menitipkan putra putrinya di UMJ.

Sekadar contoh tentang indikasi bersama persyarikatan UMJ maju, maka bantuan dana baik dari LazisMu UMJ maupun dana cash flow UMJ yang hampir mencapai ¼ (seperempat) dari biaya Pembangunan Masjid At Taqwa dan Gedung Dakwah Muhammadiyah Jakarta Jln Kramat Raya 49 Jakarta Pusat yang akan menelan dana sebesar Rp 16 (enam belas) miliar lebih. Dana bantuan tersebut oleh UMJ sudah dibayarkan secara diangsur sebagaimana yang telah disepakati, lewat rekening PW Muhammadiyah DKI untuk pembangunan gedung tersebut: BNI Syariah KCP Kramat norek: 2222444430. Pada Selasa, 16 Juni 2020 yang lalu, gedung dakwah yang lama sudah mulai dirobohkan dan selanjutnya akan dibangun kembali oleh pemborongnya.

Kesempatan yang baik ini juga diucapkan terima kasih kepada perguruan tinggi yang lain di DKI Jakarta yang telah menyumbangkan dananya untuk menyelesaikan pembangunan Masjid At Taqwa dan Gedung Dakwah Muhammadiyah Jakarta Jalan Kramat Raya 49 Jakpus.

Semoga pembangunan tersebut selesai seperti yang direncanakan dan semoga
Universitas Muhammadiyah Jakarta dan perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya di Jakarta bersama persyarikatan terus makin maju.

Nasrun minallah wa fathun qorib wa basyiril mukminin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here