Bersua Perguruan Silat Lain, Tapak Suci Borong 16 Medali dari Malang

0
182
Kontingen Tapak Suci SD Muhammadiyah 22 Surabaya berfoto bersama.

KLIKMU.CO – Kejuaraan Pencak Silat Nasional Open Tournament Malang Championship 1 Tahun 2019 pada Jumat-Ahad (21-23 Juni) merupakan salah satu ajang bergengsi. Tak ingin ketinggalan, Tapak Suci SD Muhammadiyah 22 Surabaya turut serta mengikuti turnamen yang diselenggarakan di GOR Ken Arok Malang tersebut.

Sudirman, sang pelatih, mengatakan, dari 15 peserta yang diusung ke Kota Malang, 7 peserta mendapat medali emas, 2 medali perak, dan 7 medali perunggu. “Total mendapat 16 medali karena Danendra Adiwangsa Utomo kelas 3-B mengikuti kategori tanding dan seni,” ujarnya.

Sudirman menceritakan, selama ini, dirinya terus melakukan pembinaan intensif sekitar 2 bulan dipotong bulan puasa untuk mempersiapkan kejuaran pencak silat ini. Dia pun bersyukur usaha itu berbanding lurus dengan prestasi yang diraih.

Buyung Bastian, pelatih yang mendampingi selama lomba di sana, menuturkan bahwa besarnya potensi siswa SD Muhammadiyah 22 Surabaya, khususnya dalam bidang Tapak Suci, sehingga meraih beberapa prestasi merupakan wujud kepedulian dan kerja sama antara sekolah dan orang tua. “Orang tua dan sekolah saling bersinergi,” katanya.

Kejuaraan Pencak Silat Nasional Open Tournament Malang Championship 1 Tahun 2019 diselenggarakan oleh IPSI pusat dan IPSI Kota Malang.

Sofi, pembina Tapak Suci lainnya, menyatakan bahwa ini merupakan ajang untuk menguji kemampuan yang sudah dimiliki untuk berkompetisi dengan berbagai perguruan silat yang ada. Juga sebagai pengalaman yang berharga. Lebih lanjut, dia menyampaikan, event ini diikuti peserta dari berbagai kota di Indonesia dengan beragam perguruan silat. “Sehingga pengalaman ini dapat dijadikan alat ukur pada tahun berikutnya dengan prestasi yang lebih baik,” katanya.

Kepala SD Muhammadiyah 22 Surabaya Listiana SEI saat menerima duta sekolah yang mengharumkan nama sekolah dan Tapak Suci menyampaikan rasa syukur dan memberikan penghargaan atas perjuangan di kompetisi persilatan nasional.

“Tingkatkan belajar dan keahlian Tapak Suci karena prestasi ini merupakan bukti betapa pentingnya belajar dan berlatih. Sehingga menguatkan pendidikan karakter sportif, jujur, tidak sombong, rendah hati, dan persaudaraan,” tuturnya. (Andi H./Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here