Bertualang di Hutan Mangrove Bersama Kak Rio

0
144
Kak Rio (kiri) dan Ustadz Rudi saat memandu petualang di Hutan Mangrove. (Tahar/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Di masa pandemi Covid-19, pembelajaran outdoor virtual menjadi salah satu kegiatan yang penting bagi Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya. Oleh karena itu, outdoor virtual diagendakan di setiap jenjang kelas secara bergantian.

Outdoor virtual kali ini diikuti segenap guru dan siswa-siswi kelas 5 di Hutan Mangrove Wonorejo pada Rabu (11/11/2020). Kegiatan tersebut merupakan agenda yang cukup dinanti-nantikan, terutama bagi siswa-siswi di kelas yang bersangkutan. Terlebih, lokasi outdoor terbilang antimainstream.

Melalui aplikasi Zoom Meeting, para guru dan siswa-siswi terhubung melakukan komunikasi sekaligus sebagai alat pembelajaran untuk sekadar menimba ilmu langsung dari lokasi outdoor di kawasan Hutan Mangrove Wonorejo, Surabaya. Tema yang diusung kali ini adalah Ekosistem di Hutan Mangrove.

Bersama Kak Rio dan para guru yang hadir di lokasi turut menggandeng ia dalam petualangan menelusuri hutan tersebut. Salah satu guru kelas 5 tersebut adalah Ustadz Rudi.

Pertualangan pun dimulai ketika mereka menjelaskan berbagai jenis flora seperti tumbuhan Sonneratia (Bogem), Avicenna, dan Bruguiera. Selain menjelaskan tentang flora, Kak Rio dan Ustadz Rudi melanjutkan petualangannya dalam menelusuri berbagai fauna yang hidup di hutan mangrove. Seperti kepiting bakau, ikan tembakul (glodok), biawak, ular, monyet, dan masih banyak lagi.

Terkait ular, murid-murid melemparkan pertanyaan kepada Kak Rio. Ichiro, salah satu murid kelas 5, bertanya, “Kenapa ular yang berbisa itu ada gigi taringnya?”. Pertanyaan spontan tersebut langsung dijawab Mas Rio, si pawang ular.

Bergitu pun siswa-siswi lainnya. Mereka sangat aktif dan antusias dalam melontarkan berbagai pertanyaan unik.

Semua pertanyaan dijawab oleh Kak Rio secara gamblang. Alhasil, siswa-siswi dapat mengerti dari yang sebelumnya tidak mengerti menjadi mengerti.

Ustadz Rudi menambahkan, kegiatan outdoor virtual ini diharapkan dapat mengurangi kejenuhan siswa-siswi ketika hanya belajar melalui daring. “Selain itu dapat meningkatkan semangat belajar mereka di kala pandemi ini masih berlangsung,” tandasnya. (Tahar/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here