Besok Abu Bakar Ba’asyir Bebas, Abdul Mu’ti: Tak Perlu Curiga dan Khawatir Berlebihan

0
212
Abu Bakar Ba'asyir (iNews)

KLIKMU.CO – Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti MEd turut berkomentar terkait dengan bakal bebasnya Abu Bakar Ba’asyir dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Gunung Sindur, Bogor, Jumat besok (8/1/2021). Pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, itu akan menghirup udara bebas setelah menjalani penjara sekitar 9 tahun sejak 2011.

“Setelah berpuluh tahun menjalani hukuman, mendekam di balik jeruji besi, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir kini bebas kembali,” kata Mu’ti sebagaimana ditulis di laman Instragram resminya.

Abdul Mu’ti turut mendoakan supaya Abu Bakar Ba’asyir sehat walafiat. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir berlebihan terkait dengan bebasnya tokoh yang dihukum lantaran terlibat dalam kelompok bersenjata di Aceh dan terbukti menjadi aktor intelektual pelatihan senjata api di Pegunungan Jalin Jantho, Aceh Besar.

“Di usia yang sudah senja, sudah bukan masanya (Abu Bakar Ba’asyir, Red) melakukan atau memimpin gerakan. Tidak perlu curiga dan khawatir berlebihan,” tegas tokoh asal Kudus, Jawa Tengah, tersebut.

Abu Bakar Ba’asyir bakal dijemput pihak keluarga. Menurut rencana, keluarga membawa pulang Abu Bakar Ba’asyir ke ponpes melalui jalur darat.

Sementara itu, Menko Polhukam Mahud MD menyatakan tidak ada perlakuan khusus dari pemerintah dalam pembebasan Abu Bakar Ba’asyir. Pembebasan tersebut, kata dia, merupakan hak Ba’asyir karena telah menjalani hukuman selama 9 tahun (dari vonis 15 tahun).

“Itu hak Abu Bakar Ba’asyir secara hukum untuk dibebasmurnikan sebab dia telah selesai menjalani hukumannya secara penuh,” ujar Mahfud dikutip dari Kompas, Rabu (6/1/2021).

Mahfud juga memastikan pembebasan Ba’asyir telah melalui mekanisme penangan hingga penggawasan. Pemerintah, lanjut dia, juga tidak melakukan persiapan terkait pembebasan Ba’asyir.

“Tak ada perlakuan atau persiapan khusus oleh pemerintah untuk pembebasan itu. Sudah ada mekanisme penanganan dan pengawasan,” tegas Mahfud. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here