Besok, Ormas Islam Se-Surabaya Gelar Aksi Bela Nabi di Depan Konjen Prancis

0
587

KLIKMU.CO – Berbagai elemen umat Islam di Indonesia bereaksi atas pernyataan kontroversial Presiden Prancis Emmanuel Macron yang membela publikasi karikatur Nabi Muhammad SAW sekaligus menyudutkan Islam. Tak terkecuali di Surabaya.

Senin besok (2/11/2020) Aksi Bela Nabi digelar bersama seluruh ormas Islam se-Kota Surabaya. Dalam paparan orasi yang akan dibacakan besok, elemen aksi sepakat mengatakan bahwa penghinaan Presiden Emmanuel Macron terhadap Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam  tidak dibenarkan. Mayoritas umat Islam telah memberikan kritik dan tuntutan terhadapnya untuk meminta maaf dan bertanggung jawab atas tindakannya. Namun, hingga kini Presiden Emmanuel Macron tidak menggubris berbagai kritik, saran, dan imbauan umat Islam di seluruh dunia.

Mereka juga menganggap bahwa tindakan dan atau ucapan penghinaan terhadap Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bukanlah ekspresi kebebasan berpendapat.

Titik kumpul berada di Pusdam Jalan Wuni No 9 Surabaya. Sementara tempan aksi di Konsulat Jenderal (Konjen) Prancis Jalan  Mawar, Surabaya. Koordinator aksi akan dijalankan oleh Ketua Umum PC IMM Kota Surabaya Devi Kurniawan. Adapun perserta aksi diperkirakan mencapai 400 orang.

Sekretaris PDM Surabaya M. Arif’An mengatakan, aksi bela nabi esok tetap dengan mematuhi protokol kesehatan dan ada tanda bagi yang ikut aksi. “Aksi damai juga tidak ada anarkistis, santun, tertib, dan tidak merusak,” tegasnya kepada KLIKMU.CO.

“Jangan lupa bawa alat shalat untuk shalat Ashar berjamaah. Kita start pukul 12.00 WIB,” ujarnya.

Arif’ An lantas memerinci urutan yang akan berorasi besok. Yaitu KH Drs Chairuddin dari PDM, Ustad Drs H. Ibrahim (PDM), Syaikhul Islam MHI (PDM, membacakan pernyataan sikap bahasa Inggris), dan Seffy (Mujahidah P411, orasi bahasa Inggris).

“Disusul Ustads Munawwir (Mujahid P411) dengan orasi bahasa Inggris, Habib Muhammad Mahdi bin Idrus al-Habsyi dari FPI, Ustadz Drs Faiq Furqon dari RDI, dan Ustadz Suhail Karim SEI (RDI),” terangnya.

Adapun penutup orasi dibacakan oleh Ketua PD Muhammadiyah Kota Surabaya Dr KH Mahsun Jayadi MAg.

Teknis aksinya, lanjut Arif’ An, peserta mulai berkumpul di PDM pukul 12.00-12.30 WIB. Lalu menuju Konjen Prancis sekitar pukul 13.00-14.30. “Setelah itu, orasi dan aksi teatrikal di depan Konjen Prancis pukul 14.30 WIB dan ditutup dengan shalat Ashar berjamaah,” tuturnya.

Lantas, apa tuntunan peserta aksi? “Ada tiga tuntutan utama kami. Pertama, permintaan maaf dari presiden Prancis. Kedua, boikot produk-produk Prancis. Ketiga, dorong putus hubungan diplomatik dengan Prancis,” ujarnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here