Biar Tahu Proses Pembuatan Telur Asin, Siswa Sekolah Kreatif Belajar di Sentra Home Industri

0
290
Little Prenuer: Murid SD Kreatif langsung melihat proses pembuatan telor asin.(Foto: Spesial)

KLIKMU.CO – “Pak, bagaimana proses telur kok bisa rasanya asin?” tanya Hamada siswa kelas 4 Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya saat melakukan pembelajaran di luar kelas, outdoor learning di sentra home industri telur asin dan peternakan itik di Desa Candi Kabupaten Sidoarjo.

Agus Mulyadi guru kelas 4 Sekolah Kreatif itu menuturkan, bahwa anak-anak bisa dipastikan sering makan telur asin. Jika ditanya tentang
proses mengapa kok bisa terasa asin?, belum tentu bisa menjawabnya. Karena itu, lanjut Agus untuk menjawab rasa ingin tahu peserta didik itu, lembaga mengajak study lapangan.

Environment Learning (study lapangan) tersebut kali ini diikuti tidak kurang dari 100 peserta didik dari kelas 4.

Agus mengatakan, diajaknya peserta didik ke sentra industri kreatif dimaksudkan agar para muridnya dapat melihat bagaimana proses secara langsung pengelolaan telur asin.

“Anak anak sangat senang jika kita ajak outdoor learning seperti ini,” ujar Agus bahwa peternakan dan industri telur asin yang dijadikan pembelajaran tadi adalah agen telur asin UD.
Adon Jaya, kepunyaan H. Sulaiman.

Kata Agus, berasal dari home industri inilah ribuan butir telur asin diproduksi dan ditribusikan ke berbagai Kota dan Kabupaten di Jawa Timur.

Sementara itu, Sulaiman mengatakan, telur menjadi asin karena melalui serangkaian proses.

“Jadi pertama, kita siapkan dulu telur yang kita ambil dari kandang. Telur asin kita baluri dengan adonam garam bercampur
abu gosok/bubuk batu bata merah, tebalnya kira kira 1-2 mm,” tambah Sulaiman menerangkan tahapan awal proses pembuatan.

Selanjutnya, kata Sulaiman,telur dibaluri dengan adonan, telur dibiarkan selama 15-20 hari, supaya telur menjadi asin.

“Oh ya disini, ada berbagai macam macam telur asin yang dapat kita olah. Ada telur asin bakar, telur asin oven, original dan goreng,” tukasnya dengan murah senyum ketika menghadapi pertanyaan dari siswa kreatif itu.

Selama study itu, kata Agus, siswa sangat antusias dan serius mendengarkan penjelasan dari Sulaiman ‘guru lapangan’ tersebut anak-anak pun terlihat mencatat penjelasan setiap tahapan proses pembuatan.

“Seusai outdor learning ini secara berkelompok anak-anak diminta membuat laporan selama pembelajaran di luar kelas tersebut,” pungkasnya. (Zuhri/Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here