Bimtek Da’i Komunitas: Kalau Berdakwah Jangan Lapar, Maksudnya?

0
125
Pembekalan: Nurcholis Huda (tengah) memberi energi kepada para da'i komunitas.(Foto: Habibie)

KLIKMU.CO-“Pertanyaan pertama yang sangat penting. Apakah sudah makan siang? Tanya Nurcholis Huda kepada peserta. “Belum,” jawab peserta kompak. Karena kalau berbicara di hadapan orang lapar itu sangat tidak menarik.”

Demikian itu disampaikan oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Nurcholis Huda, M.Si dalam pembukaan Bimbingan Teknis Da’i Komunitas Lembaga Dakwah Khusus (LDK) PWM Jawa Timur di Hotel Gunawangsa MERR Surabaya. Selasa (27-28/11)

“Lembaga dakwah khusus ini lembaga baru, tetapi gerakannya sangat luar biasa, selalu eksis. Kalau dulu LDK Khusus itu dicantolkan di Majelis Tabligh. Karena tidak nututi sehingga dibentuk lembaga baru. Di PWM itu ada lembaga aktif salah satunya LDK Khusus, karean itu Jawa Timur menjadi barometer, padahal kalau kita lihat kedalam masih banyak yang tidak tertangani. Kalau kita lihat dakwah kita belum bisa masuk kekelompok atas karena Muballigh kita masih berada di menengah kebawah,” paparnya.

“Ada tiga hal yang harus di lakukan oleh Da’i Khusus agar bisa tetap memiliki semangat dan bergembira.

Pertama, kenanglah yang indah dan lucu-lucu. Kalau kita kepingin bahagia maka kenanglah yang indah-indah dan yang lucu-lucu jangan mengenang yang membuat hati marah atau mangkelno/membuat hati sakit.

Kedua, carilah kesenangan dengan cara menyenangkan orang lain. “Katika kita berpuasa mau hari raya kita berzakat dulu, ini sederhana tapi tidak mudah kita lakukan. Jangan mencari kesenangan dengan memplokuto atau menyakiti orang lain. Orang yang menyenangkan orang lain akan kembali kepada dirinya sendiri,”tambah penasihat takmir masjid Attaqwa itu.

Ketiga, sambungnya. Jadilah pemeluk agama yang patuh, karena hidup ini jatuh bangun. “Orang yang memeluk agamanya dengan kuat maka hidupnya tidak akan susah, diberi kebahagiaan oleh Allah, tidak mudah putus asa dari rahmad Allah.

Keempat, nikmatilah seni yang anda sukai. “Setiap generasi punya kesenangan tersendiri, geberasi babipong generasi yang tua yang umurnya sudah diatas 45 itu memiliki kesenangan tersendiri mereka akan bahagia dengan dunianya dia. Dakwah khusus itu kalau di nikmati sangat menyenangkan. Lembaga dakwah khusus itu mengajak orang jelek menjadi orang baik. Jadi da’i khusus itu harus punya ketahanan double dan harus tetap bergembira,” tukasnya. (Habibie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here