Binaan Panti Nyai Walidah Produksi Masker untuk Kegiatan Sosial

0
342
Anak-anak binaan Panti Asuhan Nyai Walidah saat membikin masker. (Yudha/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Di tengah pandemi Covid-19, Panti Asuhan Muhammadiyah Nyai Walidah tetap semangat membuat masker dari kain untuk dibagikan ke warga sekitar, Ahad (30/8). Selain untuk tujuan sosial, pihak panti juga ingin terus mengedukasi masyarakat akan pentingnya memakai masker di masa pandemi yang berkepanjangan ini.

Selama pandemi dan agar bisa mengatur jarak atau physical distanding, yang dilibatkan hanya sebelas anak binaan yang dibagi dalam empat kelompok. Yaitu kelompok pembuat pola dan menggunting, kelompok melipat, kelompok menjahit, dan kelompok packaging.

Kepala Panti Asuhan Muhammadiyah Nyai Walidah Fitria Leliana menyatakan, pembuatan masker disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, ada program berbagi yang membutuhkan 100 pcs, akan diproduksi 100 pcs. Jadi, tidak ada target khusus pembuatan masker dalam sehari.

“Sasaran pendistribusian kami ke komunitas-komunitas, dinas-dinas, atau lembaga-lembaga yang akan melakukan kegiatan sosial berbagi masker. Selain itu, juga dibagikan kepada para lansia, anak-anak, duafa, juga kepada para donatur yang lupa memakai masker,” terang Fitri.

“Kami sangat berharap, dengan kegiatan ini anak-anak binaan memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Selain itu, mengajarkan tentang life skill di dalam materi keputrian sehingga bisa membekali dan menggali potensi masing-masing anak supaya bisa mandiri ketika sudah keluar dari panti. Juga dapat berdaya guna di lingkungan masyarakat,” tambahnya.

Niken Ayu Nurcahyani, salah satu binaan panti yang juga mahasiswi Unesa Jurusan Pendidikan Geografi, merasa sangat antusias diikutsertakan dalam kegiatan membuat masker kain.

“Alhamdulillah, saya sangat senang dengan diselenggarakannya kegiatan ini yang bisa memberikan manfaat bagi sesama, melatih keterampilan, serta memotivasi santri dalam berkarya. Kami berharap dapat terus berkreasi dengan mengembangkan skill agar bisa menghasilkan karya yang optimal,” terang Niken. (Yuda/Red/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here