BNN: Wilayah Indonesia Rata dengan Peredaran Narkoba, Ngeri!

0
131
Ngeri: Pemaparan dari Badan Narkotika Nasional ketika acara LDK di Universitas Muhammadiyah Surabaya.(Foto: Spesial)

KLIKMU.CO – Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN) RI Komjen Pol. Heru Winarko, SH, berkesempatan memberikan paparan dalam acara Upgrading Dai Khusus Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, di Universitas Muhammadiyah surabaya, Ahad (6/5).

Heru mengatakan, di Indonesia tidak ada wilayah yang bersih dari narkoba. Ia merujuk pada data penduduk Indonesia yang berjumlah 250 juta jiwa, terdapat sekitar 5 juta orang yang menyalahgunakan narkoba.

“Penduduk Indonesia 250 juta jiwa menjadi pasar potensial narkoba dengan jumlah penyalahguna narkoba di Indonesia kurang lebih 5 juta orang,” katanya.

Sampai saat ini, menurut Heru, bahkan peredaran narkoba telah memasuki ruang-ruang yang dari dulu dianggap aman.

“Lapas dijadikan pusat kendali peredaran gelap narkoba. BNN telah mengungkap 72 jaringan yang sebagian besar dikendalikan narapidana dari dalam Lapas,” katanya.

Selain itu, masih menurut Heru, Indonesia menjadi salah satu lahan strategis bagi sindikat peredaran narkoba. Sebab, letak posisinya yang strategis.

“Kondisi geografis Indonesia menjadi surga bagi para sindikat narkoba memasukan narkoba, terutama melalui jalur Selat Malaka. Modifikasi teknik penyelundupan narkoba yang terus berkembang dan semakin sulit terdeteksi aparat. Berdasarkan analisis BNN, peredaran gelap narkoba yang diungkap selalu mengarah kepada para penghuni lapas. Para bandar narkoba telah membeli integritas para penyelenggara negara/penegak hokum,” tambahnya.

Menyikapi realitas tersebut, pria kelahiran Jakarta ini mengatakan, diperlukan beberapa cara dalam menanggulangi peredaran narkoba.

“Strategi operasional penanganan permasalahan narkoba, penyalahgunaan narkoba, penyelundupan narkoba yaitu dengan pencegahan. Membangun kemampuan dan ketahanan diri masyarakat dari pengaruh buruk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Pemberantasan, mengungkap dan menindak sindikat kejahatan narkoba dengan menghukum berat dan menyita aset hasil kejahatan narkoba. Dan rehabilitasi. Memulihkan pecandu narkoba dari penyakit ketergantungan/kecanduan narkoba supaya kembali hidup sehat dan produktif,” ujarnya. (Habibie/ Frd).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here