BNPT RI: Karena Muhammadiyah Sudah Selesai untuk Urusan Terorisme, Kami Mohon Bantuan

0
2190
Direktur Pencegahan BNPT Republik Indonesia Brigjen Pol Ir Hamli ME (kiri) bersama Prof Dr Syamsul Arifin MSi, wakil rektor I UMM. (Humas/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur menggandeng Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam penyelenggaraan seminar penanggulangan terorisme bertajuk “Jaga Kampus Kita: Pelibatan Civitas Akademica dalam Pencegahan Terorisme melalui FKPT Jawa Timur”, Selasa pagi (28/7/2020), di Hotel Rayz UMM. Agenda seharian itu menghadirkan Direktur Pencegahan BNPT Republik Indonesia Brigjen Pol Ir Hamli ME. Turut dihadirkan pula sejumlah pakar dari perguruan tinggi serta mantan napiter terorisme.

Ketua FKPT Jawa Timur Dr Hj Hesti Armiwulan SH Mhum menyatakan, Jawa Timur termasuk lima wilayah besar yang potensi terpaparnya radikalisme besar. ”FKPT di daerah adalah bentuk konkret sinergi antara pemerintah, dalam hal ini BNPT RI, bersama masyarakat mencegah terorisme dan membendung radikalisme. Tujuan dari kegiatan ini adalah mempererat silaturahmi dan kebersamaan antara pemerintah, dalam hal ini BNPT, dengan pemangku kepentingan dan tentu di lingkungan kampus civitas akademika di Malang,” ungkap Hesti.

Yang kedua, sambung Hesti, agenda ini terselenggara tentu untuk mempersempit ruang para kelompok radikal dan terorisme yang ingin menyalahgunakan wahana kebebasan akademik kampus. Selain itu, tujuan yang lainnya adalah memahami dinamika yang berkembang dalam pencegahan terorisme melalui civitas akademika. Lalu, yang terakhir adalah memotivasi civitas akademika untuk mensterilkan kampus dari pengaruh ideologi radikal dan kelompok terorisme. “UMM adalah mitra yang sangat strategis untuk melakukan upaya pencegahan paham radikalisme,” ungkap Hesti.

UMM sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang berafiliasi terhadap Persyarikatan Muhammadiyah memiliki komitmen yang sama untuk merawat, menjaga, tidak saja kampus UMM, tapi menjaga NKRI ini dari berbagai ancaman termasuk terorisme yang berkedok agama. “Muhammadiyah dalam hal ini Universitas Muhammadiyah Malang juga menekankan apa yang disebut dengan faham Wasathiyah, yakni paham moderat di dalam beragama. UMM juga punya konsen terhadap komitmen untuk menjaga penetrasi, intervensi paham radikal,” ujar Prof Dr Syamsul Arifin MSi, wakil rektor I UMM.

UMM punya berbagai macam program pendidikan, baik intrakulikuler maupun ekstrakulikuler. Misalnya, maba mengikuti karantina selama satu minggu, yaitu P2KK. Mereka dilatih soft skill, termasuk ditanamkannya pengetahuan agama yang moderat. “Kami punya mata kuliah yang bernama Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) ada juga mata kuliah PKN. Dengan semua ikhtiar itu saya kira UMM secara formal, secara sistem terbebas mestinya dari paham radikal maupun terhadap paham yang mengarah kepada tindakan terorisme,” kata Syamsul di Hotel Rayz UMM.

Sementara itu, Direktur Pencegahan BNPT Republik Indonesia Brigjen Pol Ir Hamli ME dalam pidatonya menyebutkan, pelibatan civitas akademica dalam upaya pencegahan terorisme dinilai sangat penting. Terlebih, keseriusan itu juga ditunjukan melalui pihak BNPT yang meminta Muhammadiyah dalam upaya ini. “Kami sudah bertemu dengan Pak Haedar Nashir untuk memohon bantuan dari Muhammadiyah untuk melakukannya secara bersama. Karena Muhammadiyah sudah selesai untuk urusan ini, maka mohon untuk ikut serta bersama pemerintah,” ungkap Hamli. (Ade/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here