BPIP Ditantang Dekati Kaum Muda untuk Kenalkan Pancasila

0
77
Wakil Kepala BPIP Prof Dr Hariyono MPd dalam seminar "Pancasila sebagai Pencegah Tindakan Korupsi" di UMM. (Sisil/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Dalam rangka meminimalkan terjadinya kasus-kasus korupsi di masa depan, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar seminar dengan tema “Pancasila sebagai Pencegah Tindakan Korupsi”.

Seminar ini dilaksanakan Rabu (3/3/2021) di aula GKB IV lantai 9 UMM dan live melalui kanal Youtube FISIP UMM. Dalam acara tersebut, hadir berbagai kalangan, mulai Pemuda Pancasila, Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah, kepala dinas, camat, lurah, kepala desa Kota Malang dan Batu, serta beberapa tamu undangan lainnya.

Wakil Kepala BPIP Prof Dr Hariyono MPd menyampaikan bahwa di Indonesia tindak korupsi tidak hanya dilakukan oleh penjabat politik, tetapi juga orang-orang di lembaga lain yang tidak berhubungan dengan politik. Sifat rakus yang dimiliki sekelompok elite tertentu disebut menjadi pemantik suburnya tindakan kriminal ini.

“Korupsi di Indonesia tidak hanya disebabkan oleh biaya politik yang tinggi, tetapi juga berbagai institusi yang dikuasai para oligarki rakus. Bila hal ini terus berlanjut, demokrasi Indonesia akan menjadi semu,” katanya.

Haryono melanjutkan, BPIP ingin penerapan Pancasila tidak hanya berhenti di tahap intoleransi, radikal, dan terorisme, tetapi juga pada bidang pembentukan karakter yang dalam hal ini akan meminimalkan tindak pidana korupsi.

“Saya harap diskusi ini tidak hanya dilihat dari perspektif hukum, tetapi juga pada bidang sosial budaya,” ujarnya.

Senada dengan Hariyono, Rektor UMM Dr Fauzan MPd mengatakan bahwa dampak tindak korupsi sangat besar. Tidak hanya dapat menyengsarakan rakyat, korupsi juga dapat merusak para generasi muda.

“Jika tindak pidana korupsi tidak segera diatasi dengan tegas, dampaknya akan lebih berbahaya. Tidak hanya menyengsarakan rakyat, tetapi juga dapat merusak generasi yang akan datang,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Malang Drs H Sutiaji menyampaikan, BPIP perlu membuat sebuah media untuk mendekatkan Pancasila kepada generasi muda. Mengingat saat ini di Malang jumlah kaum milenial lebih dari 50,68 persen.

“Bagaimana nanti tantangan bagi BPIP untuk mendesain agar kaum-kaum yang masih muda ini menggandrungi Pancasila juga. Mungkin dengan game-game yang mengenalkan akar budaya kita sehingga akar budaya kita menancap. Bagaimana animator-animator film di Malang juga diajak sehingga mengenalkan apa itu Pancasila. Secara filosofis itu bisa dimasukkan. Ketika itu sudah bisa masuk, saya yakin Indonesia akan mengawali menjadi citra negeri yang bersih,” tambahnya. (Sisil/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here