Branding Sekolah Tak Boleh Seperti Tong Kosong Nyaring Bunyinya

0
479
Sharing and Discussion: Muhammad Syaikhul Islam, MHI (tengah) saat menyampaikan materi pada Sharing and Discussion Forum di TMB Surabaya. (Foto: Nuril)

KLIKMU.CO – Untuk mewujudkan sskolah yang dapat diterima dan diminati oleh masyarakat luas, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, baik kaitannya dengan akademik, nonakademik, maupun fasilitas.

Demikian disampaikan Muhammad Syaikhul Islam, MHI Wakil Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya dalam Sharing and Discussion Forum dengan guru magang dari SD Muhammadiyah 1 Mojokerto dan SD Muhammadiyah 2 Mojokerto di The Millennium Building (TMB) Surabaya, Senin (16/4).

Pada kesempatan itu, ICOOL, sapaan akrabnya, juga menuturkan, bahwa dalam ‘menjual’ sekolah kepada publik, hendaknya memerhatikan 3 aspek penting supaya efektif.

“Pertama, Positioning. Hal ini penting untuk melihat posisi lembaga kita ada di situasi seperti apa. Bagaimana kondisi siswa, orangtua siswa, kemampuan ekonomi dan tingkat pemahaman masyarakat, sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah, kompetensi guru, dan lainnya,” ungkapnya.

Bendahara Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jatim itu menilai bahwa mengetahui posisi lembaga sangat diperlukan karena terkait dengan kebijakan yang akan diambil sekolah dan penentuan biaya pendidikan yang dibutuhkan.

Yang kedua, menurut ICOOL, adalah Differentiation atau faktor pembeda. Faktor ini penting untuk memberikan tawaran pendidikan alternatif kepada masyarakat sesuai bakat dan talenta yang dimiliki putra-putri mereka.

“Sekolah Muhammadiyah harus berani mencari sesuatu yang berbeda dengan sekolah lainnya. Sesuatu yang beda itu dijadikan sebagai daya tarik atau magnet bagi masyarakat. Misal, dari segi layanan pendidikan, program, fasilitas, maupun keuinikan bangunan, dan lainnya,” tandasnya.

Dan yang ketiga, kata Pemimpin Redaksi KLIKMU.CO itu, adalah Branding. Branding merupakan cermin jati diri sekolah yang harus terus disyiarkan kepada masyarakat sekaligus sebagai bahan promosi lembaga.

“Branding tak boleh seperti tong kosong nyaring bunyinya. Ditulis di mana-mana, namun tidak ada buktinya. Branding harus menjadi ruh, karakter, spirit, sekaligus tujuan yang ingin dicapai sekolah untuk menghasilkan output terbaik,” tandasnya.

Sementara kaitannya dengan upaya mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang dapat diandalkan, maka pimpinan sekolah perlu menerapkan sistem manajemen kepemimpinan yang memberdayakan.

“Saya menyebutnya dengan Empowering Leadership Management. Guru dan karyawan harus diberikan 4 hal untuk menghasilkan kinerja yang baik atau Well Done. Yakni, Well Trained, Well Equipped, Well Organized, dan Well Paid,” pungkasnya. (Nuril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here