Buka Kolokium Nasional Interdisipliner di UMM, Haedar Nashir: Intelektualisme Adalah Puncak Kekuatan Cendekiawan Muda Muhammadiyah

0
278
Prof Dr Haedae Nashir memberi sambutan dalam acara Kolokium Nasional Interdisipliner. (Istimewa/Klikmu.co)

 

KLIKMU.CO – Cendekiawan Muda Muhammadiyah UMM bekerja sama dengan Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah menggelar Kolokium Nasional Interdisipliner dengan tema Konsolidasi Kaum Muda Muhammadiyah untuk Memajukan Indonesia dan Mencerahkan Semesta di Sengkaling Convention Hall, Malang, pada Jumat-Sabtu (6-7/3/2020).

Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi hadir untuk memberi sambutan sekaligus membuka acara. Haedar Nashir menyatakan, cendekiawan muda Muhammadiyah harus menjadi pencerah semesta.

“Cendekiawan muda harus berpikir substantif dan peka realitas detail sebagai acuan mengambil keputusan. Sebab, tantangan umat yang semakin majemuk harus disikapi dengan strategi kekinian,” ujarnya di hadapan puluhan peserta dari berbagai wilayah, mulai Malang, Surabaya, Jogja, Solo, sampai luar Jawa.

Haedar menambahkan, akhlak mulia diperlukan sebagai dasar cara pandang dan relasi sosial. Formulasi keumatan dan kebangsaan harus berbasis keislaman, baik nonpolitik/politik.

“Muhammadiyah menjadi motor dan landasan utama kemajuan Indonesia dan semesta,” katanya.

Pemikiran, kata dia, harus lebih ke dimensi taktis. Mengangkat isu-isu kekinian dari berbagai sudut pandang disiplin ilmu. “Pendekatan keislaman sebagai cara pandang eklektif dan positivisme agar muncul kritisme yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya.

Haedar menambahkan, cendekiwan muda harus memiliki kemampuan memberikan solusi-solusi detail keumatan. Di samping itu, harus membangun relasi seluas-luasnya sebagai lahan akademis dan pengembangan intelektual.

“Intelektualisme muhammadiyah adalah puncak kekuatan cendekiawan muda Muhammadiyah,” tandasnya. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here