Bukan di Sekolah, Siswa SMPM 11 Mengerjakan Ujian di Rumah

0
557
Para siswa SMPM 11 menjalani ujian sekolah daring. (Fikri/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Senin (13/4) merupakan hari pertama para siswa kelas 9 SMP Muhammadiyah 11 Surabaya menjalani ujian sekolah daring. Kegiatan itu umumnya dilakukan di laboratorium komputer. Namun, kini para siswa mengerjakan ujian di rumah masing-masing. Hal itu dikarenakan adanya pandemi korona sehingga seluruh aktivitas sebisa mungkin dilakukan di rumah.

Ujian sekolah internal ini dilakukan untuk mengukur pemahaman siswa terkait materi yang sudah disampaikan secara langsung dan daring. Ujian tersebut berlangsung sepekan yang terdiri atas 13 mata ujian. Durasi pengerjaan tiap mata ujian adalah 90 menit. Laman atau aplikasi yang digunakan adalah Schoology.

Sebelum mengerjakan, siswa mengisi dan mengirim pakta integritas melalui Google form. Inti dari pakta tersebut menyatakan bahwa siswa akan mengerjakan ujian secara jujur dan mandiri. Ketua panitia ujian Syaekhul Qohar Amin SPd mengatakan bahwa pengisian pakta itu dilakukan bukan tanpa alasan. “Tujuan dari hal itu adalah agar siswa tetap disiplin dan menjunjung tinggi kejujuran walaupun tidak diawasi oleh gurunya secara langsung,” ujar Kaur Kurikulum SMPM 11 tersebut.

Meskipun mengerjakan di rumah, para siswa tetap diwajibkan berseragam saat ujian. Hal tersebut agar anak tetap bersemangat dalam mengerjakan soal dan supaya ujian yang dijalani seperti dilakukan di sekolah. Siswa juga diberi tahu sebelumnya tentang tata tertib pelaksanaan ujian sekolah.

Ketika mengerjakan, siswa mengirim foto dirinya saat itu ke wali kelas menggunakan GPS Map Camera. Masih menurut Syaekhul Qohar, hal itu dilakukan supaya panitia pelaksana ujian dan para wali kelas 9 tetap bisa memantau keberadaan siswa saat melaksanakan ujian sekolah ini.

Ketika ditanya kontributor Klikmu usai mengerjakan, siswi kelas 9 Syarafina Fildzah mengaku tidak ada kendala. “Alhamdulillah lancar dan tepat waktu. Untuk soal ujiannya tengah-tengah. Ada yang sulit, ada yang mudah,” tutur siswi kelahiran 29 Oktober 2005 itu. (Fikri Fachrudin/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here