BUNDA, AKU MAU PERGI HAJI NAIK ONTA, BOLEH?

0
785
"Haji Junior": Sekira 50 santri Rumah Tahfidz Balita dan Anak Athfaaluna sedang melakukan salah satu aktivitas manasik haji di Asrama Haji Sukolilo, Ahad (14/1).

Banyak cara yang dapat dilakukan orangtua dan guru untuk mengenalkan ajaran Islam kepada anak. Pengenalan ajaran agama sejak dini akan efektif dan mudah diingat oleh anak-anak yang masih dalam masa golden age.

Salah satu kegiatan Islami yang penting dikenalkan kepada anak usia dini adalah ibadah haji dan umrah. Tentu, tidak harus berkunjung langsung ke Tanah Suci, namun cukup dengan latihan Manasik Haji. Kegiatan rihlah pasca-ulangan akhir semester tersebut diselenggarakan oleh Rumah Tahfidz Balita dan Anak Athfaaluna Nginden Surabaya, Ahad (14/1) pagi.

Sekitar lima puluh santri dari Rumah Tahfidz didampingi orangtua masing-masing sejak pukul 6 pagi berkumpul di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Dengan pakaian serbaputih layaknya jamaah haji, para santri yang rata-rata berusia 3 sampai 10 tahun tampak antusias mengikuti arahan ustadz dan ustadzah mereka.

“Haji Junior”:
Sekira 50 santri Rumah Tahfidz Balita dan Anak Athfaaluna sedang melakukan salah satu aktivitas manasik haji di Asrama Haji Sukolilo, Ahad (14/1).

“Sebelum berangkat ke lokasi manasik, para santri sudah membawa kerikil untuk praktik lempar jumrah,” ujar Hj. Nurul Hidayah, Lc., MEI Kepala Rumah Tahfidz Athfaaluna kepada KLIKMU.CO.

Agar para santri mudah ketika praktik melempar jumrah, kerikil-kerikil tersebut dibungkus dengan 3 kantong yang berbeda. Masing-masing kantong berisi 7 butir kerikil.

Nurul didampingi beberapa ustadz dan ustadzah memandu langsung jalannya manasik. Dengan sabar dia mengenalkan beberapa aktivitas ibadah haji, mulai mengambil miqat, berpakaian ihram dan niat, membaca kalimat talbiyah, hingga berjalan rapi menuju ‘Ka’bah’.

Selanjutnya, para santri dibimbing melaksanakan thawaf sembari melafalkan bacaannya. Tak ketinggalan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melempar jumrah, sa’i, dan tahallul juga diajarkan dengan telaten oleh para pembimbing.

Namanya juga anak-anak, ada saja kelucuan yang terjadi meski mereka didampingi oleh pembimbing dan orangtuanya. Santri Andalucia Islamadina Kaffa salah satunya.

Sewaktu pembimbing mengajaknya melempar jumrah, santri balita tersebut malah meninggalkan lokasi yang seharusnya digunakan untuk praktik. Ia dan beberapa temannya malah asik bermain dengan patung onta yang tempatnya bersebelahan.

“Ontanya lucu, Bunda. Aku mau pergi haji naik onta, boleh?” ujarnya polos kepada sang bunda yang mendampinginya. (ICOOL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here