“Bunuh Diri”, Sebuah Kesaksian Akan Tanggung Jawab Seorang M Arif An

0
256
Foto orasi korlap aksi H.M Arif An diambil oleh samsul arifin

KLIKMU.CO

Oleh : Munahar*

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bapak/ibu, ini adalah pengalaman yang menyakitkan. Setelah ini, mohon Bapak/ibu tidak menyalahkan Bapak-bapak Pimpinan yang lain. Tumpahkan kesalahan itu kepada saya. Kalau Bapak/Ibu ingin marah, marahlah kepada saya saja.”

Bergetar, ucapan itu keluar dari lisan beliau dihadapan 25-an orang yang berada di dalam Bus menuju hotel untuk menginap darurat di Batam. Suaranya berat-sesak seperti panah telah menghujam dilubuk hatinya. Saya yang duduk dikursi bersebelahan dengan beliau yang berdiri memegan mic sangat merasakan kejadian yang menyayat itu. Sangat bisa difahami, Beliau adalah satu-satunya pimpinan yang masih bertahan mengawal rombongan raker di Malaysia-Singapura dengan travel yang tidak bertanggung jawab disaat yang lain telah terbang duluan menuju kota tempat tinggalnya.

Peristiwa itu terjadi pada awal 2018. Rapat kerja Pimpinan yang melibatkan 125 orang (PDM, PCM, ortom, dan pimpinan amal usaha).

Diselenggarakan di Malaysia-Singapura. Mula-mula perjalanan lancer. Perjalanan dari bandara Juanda menuju Malaysia tetap dikawal oleh pihak travel. Menginap dan raker disana. Pagi hari saat mau melanjutkan perjalanan menuju beberapa tempat wisata sebagai agenda berikutnya tetap dikawal guide. Kami tidak curiga sama sekali. Sampailah kami di perbatasan Malaysia tidak ada arahan dari siapapun di kantor imigrasi itu. Kami seperti tidak ada pimpinan rombongan. Hanya mengandalkan teman-teman yang punya pengalaman bepergian ke negara itu.

Tibalah kami di Singapura melalui kantor imigrasi yang sangat ketat. Hampir semua rombongan kami tertahan diimigrasi itu. Ditanya nama, dari mana, dan tujuan berkunjung. Lama sekali disana. Sehingga harus mengubah sceadul yang sudah rijit disusun. Lagi-lagi disana kami merasa tidak ada yang memimpin. Sehingga di Singapura hanya numpang lewat dan langsung menuju kapal feri karena harus melanjutkan perjalanan menju Batam.

Di Batam, kami sempat merasakan masakan di dekat sungai. Enak memang, tapi terkejut ketika rombongan terakhir mendapatkan tagihan karena pihak travel belum membayarnya. Kembali lagi pihak kami harus membayar diluar biaya paket yang telah kami lunasi. Dan pihak travel pun sudah menghilang. Kami tanya guide yang membersamai kami, dia bilang hanya menjalankan tugas “kami hanya mendapatkan telephon dan diperintahkan dari pihak kantor untuk menemani. Namun travel yang bekerjasama dengan rekanan ini, kami juga tidak kenal,” begitu katanya.

Sampailah kami pada hari terakhir. Semua peserta telah sampai bandara Batam. Ternyata tiket pesawat baru dibelikan sebagian. Praktis sebagian lagi panitia internal rombongan kami harus membeli sendiri sisanya. Kami semakin bingung, sebab masih ada beberapa orang yang belum mendapatkan tiket. Sementara malam sudah mulai datang. Untung masih ada guide yang bertanggung jawab. Meski orang ini belum dibayar, ia tetap menemani hingga ada kepastian pulangnya. Akhirnya, kami harus tertahan di Batam.

Satu hal yang saya tidak pernah lupa, dan bagaimana beliau secara bertanggung jawab mengambil resiko akan kemungkinan dimarahi banyak orang karena persitiwa itu.

Meskipun sesungguhnya beliau memiliki kesempatan pulang duluan karena termasuk yang mendapatkan jatah tiket pulang lebih awal. Namun tiket itu beliau berikan kepada yang lain hanya demi untuk membersamai kami samua yang masih terdampar di Batam itu. Bahkan seharian tidak ketemu anaknya, Aziza Ulikah Qottrunnada yang terpisah dari rombongannya karena harus mengusahakan dan menyelesaikan tiket para peserta. Tahu-tahu anaknya telepon menangis karena pulang tidak bersama ayahnya. Sebuah resiko yang hanya bisa diambil oleh seorang yang berjiwa pemimpin.

Mungkin Anda sudah kenal? Beliau adalah orang yang meyakinkan kami bahwa semuanya akan berjalan lancer. Aman sampai Kota Surabaya atas ijin Allah. Saat sambutan itu, dalam hati, saya katakan bahwa beliau ini sedang “Bunuh Diri” dengan mengambil tanggung jawab dihadapan orang banyak yang ingin marah. Padahal kegiatan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak travel. Namun beliau dengan gagah berani mengambil resiko itu. Beliau adalah M. ARIF ‘AN,SH, sekretaris PDM Kota Surabaya. Ketua Karang taruna Kota Surabaya.Tokoh muda yang membawa PCM Krembangan menjadi yang terbaik tingkat nasional. Inisiator dan pengawal tutupnya tempat prostitusi Krembangan dan Dolly bersama Ibu Risma, Wali Kota Surabaya.

Saat ini beliau mendapatkan tugas berat dari Muhammadiyah Kota Surabaya untuk berjuang dan berjihad di jalur politik sebagai Calon Anggota Legislatif DPRD Jawa Timur Dapil 1 Surabaya dari PAN (Partai Amanat Nasional) No. urut 4.

Muhammadiyah berharap, beliau bisa lebih banyak membantu masyarakat Jawa Timur, khususnya warga Kota Surabaya melalui parlemen.

*Kepala SD Muhammadiyah 6 Gadung-Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here