Cak Nanto dan Kolega Berkumpul Bahas Pendirian Ikatan Alumni Panti

0
323
Cak Nanto (tiga dari kiri) dan penulis (kiri) bersama alumni lainnya membahas rencana pendirian ikatan alumni panti. (Mly/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Bolehlah langit Surabaya mendung sendu, Senin (19/10/2020). Tapi, semangat para alumnus Panti Asuhan Muhammadiyah (Paymuh) Sumenep tetaplah membara. Buktinya, para alumnus lintas angkatan itu berkumpul terbatas di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya untuk membahas pendirian Ikatan Alumni (IKA) Paymuh Sumenep.

Hadir dalam pertemuan istimewa itu Sunanto (alumnus 2001), sekarang menjabat Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah; Supaidi (alumnus 1998), pengusaha di Sidoarjo; Moch. Wari (alumnus 1998), pejabat KUA Tandes Surabaya; dan Akmar (alumnus 2002), pengusaha di Surabaya. Tak ketinggalan hadir pula Aksar Wiyono (alumnus 2002), guru Muhammadiyah di Surabaya, dan Mulyanto (alumnus 2006), karyawan Muhammadiyah di Surabaya.

Sedianya masih ada beberapa nama seperti Moh. Ernam (guru Smamda Sidoarjo), Musyahri (pengusaha di Sidoarjo), Ali Murtadho (politikus Jawa Timur), A. Hidayatullah (dosen UMSurabaya), dan beberapa deretan nama alumni panti angkatan awal lainnya yang bersepakat untuk niat mulia mendirikan IKA. Namun, pada kesempatan itu mereka berhalangan hadir.

Pembahasan pendirian IKA Paymuh Sumenep tercetus saat Bapak Wagiman, sang pengasuh panti era awal, menggelar temu kangen alumni secara virtual medio Mei 2020. Saat itu mencuat pembahasan IKA lantaran alumni-alumni Paymuh diduga telah banyak yang menjadi “orang” dan menyebar di berbagai disiplin keilmuan dan pekerjaan di negeri ini. Ada yang di ibu kota sampai pulabada yang mengabdi di Papua.

“Maka, dengan adanya IKA nanti kita bisa lebih berdaya lagi, bermanfaat lebih lagi. Kira-kira begitulah,” tutur Sunanto saat pertemuan di Surabaya. Peserta pertemuan tersebut pun bersepakat dengan hal itu.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Cak Nanto itu menambahkan, dengan berdirinya IKA nanti bukan berarti IKA hanya bergerak untuk Paymuh Sumenep. Tetapi, dia berharap bisa bermanfaat bagi seluruh panti Muhammadiyah di pelosok negeri ini.

“Mari kita bersemangat satukan niat untuk kebermanfaatan lebih. Kita kuat dan makin terasa bermakna bila kita bisa bersama untuk berguna bagi kemaslahatan sesama. Bismillah, semoga kita makin terasa manfaatnya dengan IKA ini,” imbuh Cak Nanto.

Ke depan, IKA disepakati akan berwujud lembaga. Nama lembaga itu masih dibahas. Ada usulan Melati Bakti Indonesia. Lembaga ini secara struktur akan dipimpin oleh ketua yaitu Sunanto dan sekretaris masih dalam pembahasan. Kemudian susun kabinetnya terdiri atas koordinator dan anggota divisi-divisi, juga masih digodok. Sedangkan di atasnya ada dewan pembina yang pasti diisi oleh Bapak Wagiman KS.

Lembaga ini akan menyelenggarakan berbagai usaha yang terkait dengan kesejahteraan sosial, pendidikan, dan kewirausahaan. Yakni berupa memberikan santunan sosial; melakukan pengembangan studi lanjut; memberikan pelatihan keterampilan hidup; melakukan pengembangan profesi; dan melakukan pengembangan usaha ekonomi produktif.

Diagendakan dalam waktu dekat. Setelah susunan pengurus, AD ART, dan persyaratan administratif, lembaga ini final selanjutnya diluncurkan. Baik secara virtual maupun secara non-virtual.

Sebagai informasi, Panti Asuhan Muhammadiyah Sumenep berdiri sejak 1994. Dirintis dan didirikan oleh Pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sumenep. Hingga kini, panti itu telah menetaskan alumni yang luar biasa dan tersebar di bumi persada Indonesia. (Mly/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here