Cara Mendidik Anak agar Menghargai Pengorbanan Orang Tua

0
3717
Drs Miftahul Jinan MPdI mengisi Pengajian Sakinah di Masjid Al Azhar.

 

KLIKMU.CO – Setiap Ahad pertama Majelis Tabligh PCM Krembangan mengadakan Pengajian Sakinah. Pengajian pada Ahad pagi ini (3/11) diadakan di Masjid Al Azhar, Dupak Bandarejo 25. Tema pada kajian itu adalah Mendidik Anak agar Menghargai Pengorbanan Orang Tua. Mubalig pengajian rutin tersebut adalah Drs Miftahul Jinan MPdI.

Miftah mengungkapkan bahwa anak yang pandai dan baik adalah ujian. Begitu pun sebaliknya, anak yang tidak pandai dan tidak baik juga ujian. “Kalau orang tua anak yang pandai dan baik tetapi sombong dan pamer di masyarakat, dia dianggap sukses oleh masyarakat tetapi gagal melalui ujian Allah. Sebaliknya, kalau ada orang tua anak yang tidak pandai dan tidak baik, tetapi sabar dan terus berikhtiar, dia mungkin dianggap buruk di masyarakat tetapi sukses di hadapan Allah,” ujarnya.

Motivator tersebut lantas mengungkapkan bahwa segala ikhtiar dan pengorbanan yang ikhlas akan dibalas oleh Allah. “Tidak ada pengorbanan yang sia-sia,” imbuhnya.

Setelah itu, direktur Griya Parenting Indonesia tersebut memaparkan bahwa ada lima cara supaya anak menghargai pengorbanan orangtua. Yang pertama adalah ikhlas. Orang tua jangan sampai mengungkit kebaikan dan pengorbanan yang telah dilakukan. Yang kedua adalah uswah. Orang tua tidak perlu terlalu banyak bicara ketika menyuruh atau mengingatkan anak. Cukup diberi teladan karena mencontohkan kebaikan merupakan cara mengingatkan yang paling baik.

Yang ketiga adalah menceritakan kondisi ekonomi keluarga secara bijak. Hal itu perlu dilakukan supaya anak mengerti bahwa hidup tak selamanya berjalan baik. Yang keempat adalah mengajak anak melakukan pekerjaan di rumah. Hal itu harus dilakukan supaya anak memiliki keterampilan dan kepedulian, sekaligus menyadarkan bahwa pintar saja tidak cukup. Yang kelima adalah mendidik anak supaya mandiri. Orang tua harus mendidik anak supaya bisa melakukan pekerjaan sendiri, tidak semuanya dilayani.

Miftah menambahkan, apabila anak meminta sesuatu, orang tua harus melihat dari aspek berikut. Pertama, permintaan itu harus ditinjau berdasarkan syariat dan aturan. Kedua, permintaan itu haruslah merupakan kebutuhan, bukan keinginan semata. Ketiga, apabila anak sudah diberikan sesuatu, sampaikan juga peraturan tentang benda tersebut.

Pada akhir kajian, Miftah berpesan bahwa apabila menolak permintaan anak, jangan dilakukan saat itu juga. Beri jeda waktu untuk memberi tahu keputusan orang tua. Pesan selanjutnya adalah jangan setiap kebaikan yang dilakukan anak selalu diberi atau dijanjikan uang atau benda. Hal itu bisa mengubah orientasi anak dalam melakukan kebaikan.

“Terakhir, diskusikan cara mendidik anak kepada anggota keluarga yang lain, misalnya kakek atau nenek, supaya cara mendidiknya sama,” tegasnya. (Fikri Fachrudin/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here