Catatan akhir Pekan (CAPEK): C O V I D I S M E

0
155
Foto diambil dari Tribun Cirebon.

KLIKMU.CO-

Oleh: M.Mufti Mubarok*

Pengumunan!!. pengumuman!!! telah lahir “agama baru” dan “nabi baru” yang bernama Covidisme dan “tuhankapitalisme Baru. Mohon maaf memakai isitlah agama, nabi dan tuhan dalam tanda kutip karena covid sudah menjadi ajaran baru.

Setting Global:Sebuah virus biasa yang di setting mirip hantu tapi sudah menjadi faham dan fanatisme baru yang sudah mengalahkan popularitas agama agama yang ada.

New Kapitalis Kecanggihan agenda setting global yang bernana new kapitalis. New kapilatis dengan konspirasi baru ; mungkin konspirasi poros Cina dan AS atau berdiri sendiri sendiri atau kedua kekuatan ini ada kekuatan dibalik hidden agenda yang terselubung. Semua sudah faham

Lulu Lanta Semua Negara diaduk aduk hingga rata, di koyak koyak sumber daya manusia hingga sumber daya dana di kuras habis hanya persoalan 5 Huruf (COVID). Semua bertekuk lutut, menyerah tanpa syarat.
Hanya Menyibukan diri dan mengeruk keuntungan: Dunia sibuk atau menyibukan diri dan bahkan terkesan supersibuk untuk mengurus yang namanya agama atau faham baru yang bernana Covid .

Jamaah seluruh dunia bertekuk lutut negara di seluruh dunia termasuk Indonesia tunduk pada Covid, menyerahkan harga diri pada covid, nasioalisme rontok semua demi covid menghalalkan segala cara.
“Agama” Covid mirip maklhuk halus yang ada dan tiada. datang tak diundang pergi tanpa bekas.

“Agama baru” ini bernama Covid yang tidak berjenis kelamin ini punya “nabi Baru” yaitu WHO tapi “tuhan”nya bernama Kapilalis Baru. Agama covid ini sudah menjadi momok milyaran juta manusia tak kerkecuali KITA, KAMI dan KALIAN.
Semua media 100 berita covid, semua Negara 100 bersyahabat denan covid dan pemerintah kita 100 persen pro covid.
Hampir semua Negara termasuk Negara bersyahabat dengan covid. Tidak ada Negara yang melawan covid.
Sudah Taat, masih Cilaka :ibadah di rumah, sekolah di rumah, tidak keluar rumah, Semua ikut aturan pakai masker, jaga jarak, tinggal, cuci tangan, jaga imum, jaha iman sudah dilakukan hampit 9 bulan belum juga ada tanda tanda hilang.
Tapi justru bersahabat dengan Covid hingga naik 400 persen lebih tiap hari.

Agama Covid adalah Sesat: Kalau kita jujur agama baru ini kan dari Cina kenapa tidak ada yang menggugat Cina.
Lucunya Semua bahkan bekerjasan dengan Cina, AS yang katanya adikuasa, eh ternyata macan ompong.

Covid hanyalah cara Kapitalisasi  Termogun,APD, alat rumah sakit, Masker, handsanitaizer, obat dan vaksin dari Cina di impor ratusan juta . Tiap hari pemerintah gembor gembor tentang covid . gugus tugas yang ketuanya tentara sudah diganti dengan menteri BUMN, dan Menkes yang dokter tidak difungsikan
Resesi ekonomi tak dihiraukan, rakyat lah yang jadi korban, pemerintah enak menghabiskan uang Negara untuk bersayahabat dengan agama covid, tapi rakyat di minta melawan tiap hari, melawan lapar, melawan sakit, melawan satpol PP dan melawan saudara saudara sendiri karena dituduh positif. Bahkan ibu yang posirif hamil pun takut menyebut positif, Karena takut dikira positif covid. Kalimat reaktif dan posited menjadi syahadat baru.

Mongo terserah: Kini 260 juta raktat pasrah, pasrah PSBB, zona Hitam, zona Merah, rapid test 150 rb, obat yang ngak jelas 3 juta dan VCR 1.5 juta , padalal semua itu tidak efektif malah jumlah covid semakin meroket.

Gusti Allah Tidak Tidur : Biar lah hukum Tuhan yang akan menyelesakkan karena perbuatan segelintir orang, golongan yang serakah akan binasa.
Ada waktunya mereka yang membuat virus masih di manja manja dan masih di sanjung sanjung tapi yakinlah saat akan tumbang dengan sendirinya.karena dia rakyat yang terdholimi dan teraniaya.

Jakarta, 3 okt 2020
*Pengamat Sosial

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here