Catatan Awal Tahun: Persimpangan Jalan Jihad Politik Warga Muhammadiyah

0
276
Foto Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya H.M.Arif an yang juga Caleg DPRD Jawa Timur nomor urut 4 Dapil I (Surabaya) diambil oleh rohim

KLIKMU.CO

Oleh: Mat Iskan*

Orang-orang Muhammadiyah menaruh keinginan yang tinggi terlibat dalam kanca dunia politik, dan itu adalah sangat wajar, sebab Muhammadiyah memiliki Aset yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai sarana Da’wah Islam.

Dan tata kelola atau regulasinya tidak bisa lepas dari peraturan perundang undangan yang mengatur, yang telah dibuat oleh lembaga politik di negeri ini, maka sebuah keharusan Muhammadiyah memiliki keinginan, bahwa kebijakan politik tersebut melindungi, mengamankan bahkan mendukung kegiatan aset Muhammadiyah yang dimiliki

Akan tetapi permasalahannya masih ada paradoks antara keinginan terlibat dalam politik dengan konsekwensi resiko yang harus ditanggung untuk memperoleh keterlibatan dalam kegiatan politik di negeri ini

Hal ini setidaknya dapat kami gambarkan setelah kami melakukan Safari jihad politik Muhammadiyah selama kurang lebih  6 bulan berjalan turun ke cabang cabang:

Pertama . Ada yang aktif dan menyediakan konsekwensi yang harus ditanggung untuk suksesnya jihad politik Muhammadiyah ( sami’naa wa’atho’naa)

Kedua. Ada yg menerima setengah aktif ( sak kobere jika longgar, sak eleng e )

Ketiga. Ada yg menerima dengan pasif ( nrimo, tapi juga tidak menolak, tapi tidak action,meski bisa action)

Keempat. Ada sebagian menerima, dan sebagaian  lagi masih menolak karena sesuatu dengan membuat tafsir terhadap keputusan jihad politik Muhammadiyah

Maka menurut hemat kami untuk meraih sukses jihad politik Muhammadiyah dibutuhkan pranata-pranata yang perlu dicukupi sesuai standar kecukupan antara lain:

a. Meningkatkan Pengetahuan para pemilih  untuk lebih mengenal para calon ( popularitas) dengan berbagai cara sosialisasi

b. Para calon harus menunjukkan sikap yang melahirkan kesukaan warga

c. Tindakan untuk mendongkrak reliabilitas harus sering digelar oleh para calon

Dalam teorinya kalau ingin sukses maka
Popularitas harus mencapai diatas 50%, dan tindakan ( elektabilitas) harus diatas 35%,

Kalau seluruh komponen muhammadiyah menyadari antara keinginan yang tinggi terlibat dalam kebijakan politik serta dibarengi dengan kesiapan konsekwensi yang harus ditanggung oleh seluruh komponen Muhammadiyah insya Allah tidak berat

Tetapi persoalannya, antara keinginan yang tinggi tersebut masih paradoks dengan resiko yg harus ditanggung, maka kembali lagi berpulang kepada kesiapan kita semua
Tetapi Alhamdulillah Syafari jihad kita sudah memperoleh hasil positif walau terus perlu kerja keras dan kerja ihlas,
Nashrun Minallahi wafatkhun Qoriib

Foto Ketua Tim Pemenangan NH For DPD RI Mat Iskan diambil dari dokumen pribadi

*Tim Pemenangan Nadjib Hamid For DPD RI dengan nomor urut 41

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here