Catatan Kecil Hari Ini: Mampir Neng MBS

0
363

Muhammad Syaikhul Islam, MHI *)

KLIKMU.CO

Ini adalah lawatan saya yang kedua ke sekolah yang cukup progresif menapaki kemajuannya. Berlokasi di dekat Tebing Breksi Prambanan, Yogyakarta, sekolah yang direvitalisasi sejak 5 tahun lalu ini telah menjadi kebanggaan warga Muhammadiyah setempat sekaligus dipercaya oleh masyarakat.

Kali ini, saya mendapati kondisi dan situasi SD Muhammadiyah Boarding School (MBS) yang berbeda dibandingkan silaturrahim saya 4 tahun lalu. Selain lebih bersih dan rapi, bangunan sekolah pun sudah 2 kali lebih luas dengan jumlah siswa 429. Demikian juga halaman sekolah yang dulunya berdebu dan berlumpur, kini telah dipaving dengan rapi. Taman-taman kecil depan kelas pun cukup memperindah lanskap sekolah.

Di bawah kepemimpinan Ustadz Eko Priyo Agus Nugroho, SD Muhammadiyah MBS Prambanan (baca: MBS) bertekad terus memantik animo masyarakat dengan spirit “Berjiwa Qurani.” Saya merasakan sendiri atmosfer akademik yang religius itu ketika puluhan siswa berkumpul di limasan serbaguna melakukan murajaah surah-surah panjang dari Juz Amma. Demikian juga berbagai macam tempelan di dinding bernuansa islami turut memperkuat brand image sekolah ala pesantren itu.

Tentang kepala sekolahnya yang masih berusia 33 tahun itu, saya masih teringat ketika ia magang di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (baca: Pucang) pada 2014 silam selama 2 pekan. Waktu itu, saya masih bertugas sebagai Wakasek yang membidangi kehumasan, sehingga cukup banyak waktu membersamai beliau selama di Pucang. Tak hanya diskusi soal pendidikan dan mengembangkan sekolah, kadang kami yang sesama aktivis Pemuda Muhammadiyah pun sering ngopi dan bepergian bareng.

Meski melewatkan hampir 4 jam di MBS, silaturrahim saya bukanlah agenda utama. Karena acara saya sesungguhnya adalah menghadiri Rapat Koordinasi Pengurus PP FGM di Hotel Santika Yogyakarta. Namun, saya punya kebiasaan mampir ke sekolah sahabat senyampang waktu longgar. Silaturrahim seperti ini sangat bermakna, tak hanya menguatkan persaudaraan, namun juga saling berbagi pengalaman sesama pegiat pendidikan.

Seakan tak mau melewatkan begitu saja, sejurus kemudian Ustadz Eko telah mengumpulkan sekira 36 GTK-nya di salah satu ruangan dan saya didapuk untuk membagi best practices selama menakhodai Pucang. Kami pun larut dalam diskusi hangat nan konstruktif. Audiens juga cukup antusias menyimak pemaparan monolog saya.

Dari pertemuan dan pengamatan saya, ada beberapa modalitas positif yang dapat melajukan sekolah ini menjadi sekolah unggulan. Pertama, nama besar MBS yang dilekatkan pada nama sekolah ini. MBS mulanya adalah nama pesantren setingkat SMP dan SMA yang mutakhir ini digandrungi warga sekitar dan warga Persyarikatan dari berbagai penjuru Nusantara. MBS menjadi branding yang kuat dan gratis untuk menguatkan cita rasa sekolah ini.

Kedua, GTK yang hampir seluruhnya berusia muda. Hal ini menjadikan mudah bagi kepala sekolah untuk memacu adrenalin spirit dan mengajak mereka berlari lebih kencang menyusul sekolah-sekolah lain yang telah mapan lebih awal. Menurut informasi dari Principal, meski mayoritas mereka perempuan, semangat mereka berjuang membangun sekolah hingga petang hari tak diragukan.

Ketiga, kultur masyarakat Yogya yang notabene berafiliasi atau minimal hangat terhadap paham Muhammadiyah. Positioning ini penting mengingat sekolah tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa ada trust dan partisipasi dari masyarakat. Kultur yang ada diharapkan dapat melapangkan effort sekolah memantik kepercayaan masyarakat. Sebelum sekolah ini berganti “wajah” MBS, masyarakat lebih memilih memercayakan pendidikan putra-putri mereka ke sekolah Islam merek lainnya.

Meski demikian, support optimal dari induk MBS di Pesantren dan PCM Prambanan menjadi sangat penting dalam memajukan sekolah ini. Kemajuan yang telah diraih saat ini masih sedikit di antara target dan tujuan besar di masa depan. Salah dua hal penting yang perlu dipikirkan adalah peningkatan kesejahteraan GTK dan kepercayaan otonomi bagi manajemen sekolah dalam mengejawantahkan mimpi-mimpi dan ide-ide besar menuju outstanding school.[]

*) Penulis adalah Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Ketua FOSKAM SD-MI Jatim, Pengurus PP FGM, Pemred KLIKMU.CO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here