Catatan Oase Kehidupan #100: Merawat Konflik dan Memahaminya

0
109
Foto kuda dalam permainan catur diambil dari video.quipper.com

KLIKMU.CO

Oleh: M Isa Anshori*

Setiap manusia harus dipahami mempunyai kebutuhan. Kebutuhan itu menjadi penanda bahwa manusia itu dinamis. Dalam pandangan Maslow, dinamisasi kebutuhan itu digambarkan dalam hirarki kebutuhan. Dimulai dari kebutuhan yang paling dasar berupa makan, minum, pakaian dan juga termasuk didalamnya kebutuhan seksual sampai dengan kebutuhan yang tertinggi, yaitu kebutuhan dihargai dan kebutuhan aktualisasi.

Freud menandaskan bentuk bentuk kebutuhan itu dipengaruhi oleh fase perkembangan yang disebutnya sebagai fase oral dan fase anal. Freud menyebutnya sebagai fase perkembangan psikososial. Fase oral adalah fase oral ini menjelaskan tentang kepuasan seksual atau erotis yang melibatkan aktifitas di bagian mulut saat manusia berada di usia bayi atau saat usia memerlukan ASI yaitu dimana seorang bayi akan mendapatkan kepuasan seksual melalui tahap disusui atau bayi menghisap asi dari payudara ibunya.

Menurut Freud jika fase oral manusia tidak tercukupi maka akan timbul beberapa dampak atau akibat dari kurangnya fase ini misalnya orang suka menghisap rokok (perokok), orang banyak bicara (cerewet), orang gampang di bodohi yakni orang yang gampang menyerap berita tanpa berpikir akibat apa yang akan dia hadapi dan lain lain. Fase ini digambarkan sebagai fase usia 0 – 1 tahun. Bisa kita bayangkan seperti apa anak usia 0 sampai 1 tahun itu dalam mendaya gunakan pikirannya.

Fase Anal rentang usia 2-3 tahun, pada fase ini kepuasan seksual dilakukan pada proses pengeluaran kotoran melalui anus, di fase anal ini Ego dasar manusia sudah mulai terbentuk, salah satu pembentukan ego dasar ini melalui kebiasaan membuang hajat pada tempatnya atau yang terkadang disebut toilet training yaitu pada fase ini kita juga belajar untuk menunda dan tidak semerta-merta (saat buang air) karena kita menyadari bahwa ada orang lain di sekitar kita. Adapun dampak dari kurang terpenuhinya fase anal ini maka seseorang akan seringkali menuruti kepuasannya sendiri tanpa menghargai orang lain, tidak memikirkan akibat apa saat tidak menghargai orang lain, bermasalah saat memperhatikan orang lain, kepuasan yang dibangun diraih dengan cara melemahkan orang lain demi kepuasan diri, tak peduli apakah itu salah, dan lain lain.

Dalam bermasyarakat seringkali kita jumpai karakter manusia yang seperti itu, meski dewasa secara usia, tapi dalam berpikir seringkali menunjukkan cara yang kekanak kanakan, karena lebih banyak didasari oleh kepuasan diri yang tertahan, dan ketika menemukan ruang, maka diwujudkanlah hasratnya demi pemuasan diri.

Apa Yang Mesti Dilakukan?

Tentu membersamai mereka dalam sebuah aktifitas merupakan hal yang dilematis, mengapa? Seringkali karakter seperti itu bila diberi ruang, maka akan merasakan diri menjadi hebat, menjadi diri yang merasa paling peduli, paling baik, seperti peribahasa gajah dipelupuk mata tak tampak, kuman diseberang lautan tampak.

Nah membersamai mereka harus terukur, karena semakin diberi ruang maka akan semakin over acting, sehingga dibutuhkan kemampuan mendengar dan memahami.

Tepat sekali, hari ini, Senin( 28 Mei 2018 ), saya ditakdirkan menyampaikan materi kuliah konflik dalam komunikasi interpersonal. Mengapa terjadi konflik, begitulah pertanyaan saya kepada sahabat sahabat mahasiswa. Mereka menjawab bahwa konflik terjadi karena tidak adanya kesesuaian harapan dan kenyataan. Lalu mengapa terjadi ketidak sesuaian dalam melihat sebuah persoalan? Sahabat sahabat mahasiswa menjawab karena ada perbedaan persepsi dalam melihat sebuah persoalan. Kalau begitu, apa yang harus dilakukan agar kita bisa menghindari konflik ?

Problem interpersonal merupakan penyebab terganggunya sebuah proses kebersamaan. Problem interpersonal sejatinya bersumber pada diri yang selalu membuat ukuran sesuai dengan yang diinginkan. Lalu ukurannya sesuai dengan apa yang pernah dilakukan. Sehingga yang terjadi apa yang dilakukan oleh orang lain selalu disesuaikan dengan apa yang pernah dilakuian.

Mengurangi problem interpersonal dapat dilakukan dengan kecerdasan melihat persoalan dan kemampuan diri melepaskan dari keterkungkungan nalar, sehingga orang harus menyediakan ruang dialog untuk belajar dan menggali informasi lain diluar apa yang dia lihat dan dia rasakan. Inilah yang disebut dengan kemampuan menghargai dan mengapresiasi. Kemampuan seperti ini sejatinya kemampuan menemukan titik persamaan, kemampuan dimana orang dengan kedewasaan dan kematangan sikap yang dimiliki. Mencoba mencari persamaan dari sebuah persepsi yang berbeda. Kalau tidak, maka kita sedang merawat kelemahan bermasyarakat.

Membersamai mereka dengan ketidak mampuan menghargai adalah sebuah persoalan, karena pastilah hambatan hambatan untuk maju menjadi menu yang diinginkan. Berpikir untuk maju akan menjadi hal yang langkah, karena memang tidak ada keinginan untuk maju. Membiarkan mereka seperti itu dengan tetap bersama, juga merupakan sebuah persoalan, karena sikap over acting akan semakin ditebarkan seolah paling hebat dan paling berjasa serta paling peduli. Meninggalkan merupakan pilihan bijak, artinya hidup harus dinamis, diluaran sana masih sangat banyak harapan membangun komunitas baru dan lebih memberikan ruang berkembang yang lebih luas . Sejatinya meninggalkan mereka adalah sebuah keberhasilan memberi kepercayaan kepada mereka untuk berkembang bersama pilihannya, sehingga yang harus kita sadari adalah sudah saatnya memberi kepercayaan kepada mereka untuk memimpin dan mengelola, cukuplah saat ini saya secara pribadi menjadi makmum dan mengikuti saja.

Masih banyak hal baik yang harus kita seriusi diluaran sana sebagai ladang pengabdian, karena sekali lagi benarlah kata bijak lingkungan sangatlah kuat mewarnai sikap kita. Memulai lingkungan baru yang lebih mendamaikan merupakan pilihan hidup yang khusnul khotimah.

Selamat kepada para pemimpin baru dan para pejuang hebat, semoga ditangan anda harapan harapan baru bisa segera diwujudkan… Aamien.

 

 

*Pembelajar dan staf pengajar pada ilmu komunikasi Untag 1945 Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here