Catatan Oase Kehidupan #117: Last Minute, Selalu Penuh Kejutan

0
82
Foto wasit mengangkat waktu penunjuk injury time diambil dari mental floss

KLIKMU.CO

Oleh: M Isa Anshori*

Ibarat sebuah pertandingan, selalu ada saja kejutan disetiap akhir permainan. Hal yang sama terjadi pada debat akhir pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, begitu banyak kejutan yang selama ini seolah menjadi keraguan masyarakat. Diakhir masa kampanye, Pakde Karwo sebagai ketua Partai yang mengusung pasangan Khofifah – Emil mengeluarkan pernyataan dan sekaligus himbauan kepada masyarakat untuk mendukung cagub cawagub yang diusungnya.

Kejutan yang lain adalah yang disampaikan oleh pasangan Gus Ipul – Putih yang menjadi rivalnya, dengan sikap kenegarawanan yang menunjukkan siap menang dan siap kalah, Gus Ipul mengatakan bahwa ikhtiar sudah dilakukan, sekarang tinggal doa yang kita panjatkan, kalau yang ditakdirkan memimpin Jawa Timur adalah pasangan Bu Khofifah – Mas Emil, maka kami akan titip program – program yang sudah kami rancang bersama seluruh tim kami, sebaliknya kalau yang ditakdirkan memimpin Jawa Timur adalah kami, maka kami akan rangkul semua, tidak ada lagi pendukung calon no 1 atau pendukung calon no 2, semuanya yang saya inginkan adalah kabeh sedulur kabeh makmur.

Kejutan lainnya ditampilkan oleh cawagub pasangan no 1, Mas Emil Dardak, selalu dengan gayanya yang santun sambil senyum, menunjukkan kelas sebagai seorang pemimpin sekaligus negarawan, beliau sampaikan secara runtut dan rinci sebuah persoalan, langkah langkah penyelesaian dan capaian yang diharapkan.

Ibarat seorang administrator, Emil mampu menbuat alur perencanaan dan tahapan capaian yang harus dilakukan. Diusianya yang masih relatif sangat mudah, Emil menjadi sebuah harapan panjang dalam membangun Jawa Timur. Bu khofifah dengan pengalamannya di pemerintahan, begitu gamblangnya memberikan gambaran sebuah alur pelaksanaan layanan yang bertujuan untuk mensejahterakan rakyat yang dipimpin. Mbak Putih, dengan pengalamannya di Parlemen, nampaknya juga tidak kalah menariknya uaraian bagaimana merencanakan sebuah program, Semangat belajar dan mengabdi menjadi modal besar bagi Mbak Putih untuk memimpin Jawa Timur.

Benarkah Kejutan Terjadi Tanpa Rencana?

Saya masih percaya dengan keyakinan bahwa tidak ada yang kebetulan didunia ini. Sehingga bagi saya fonomena last minute yang terjadi pada perhelatan politik di Jawa Timur merupakan sesuatu yang direncanakan. Selalu ada hukum aksi dan reaksi dan juga hukum sebab akibat. Bukankah apa yang terjadi hari ini merupakan akibat atau sebab dari sebuah perbuatan yang sebelumnya? Sehingga janganlah kita ini gampang “gumun” dan gampang “kaget”.

Apa yang terjadi hari ini harus kita pahami sebagai sebuah realitas. Tentu harus kita hadapi. Sehingga kita menjadi manusia yang siap memasukinya tanpa harus menjadi korban dari realitas yang ada. Ibarat orang bermain selancar dilautan yang berdebur ombak, bagaimana kita bisa memasuki cela cela ombak, sehingga ombak bukanlah sebagai ancaman, tetapi bisa menjadi kawan dalam mencapai tujuan.

Tentu saja kemampuan memasuki cela dan berdamai dengan ombak tidak saja serta merta bisa dilakukan oleh setiap orang, dibutuhkan keahlian dan kecerdasan melihat cela dan memasuki cela. Belajar menjadi kata kuncinya. Nah fonomena yang ada sekarang ini tak ubahnya seperti pesilancar yang sedang bergumul dengan deburan ombak.

Belajar merupakan keniscayaan bagi setiap orang, artinya setiap orang sejatinya mampu melakukan apapapun yang orang lain bisa lakukan. Tapi terkadang kemampuan dan kuletan dalam berusaha menjadi pembeda capaian yang didapatkan. Belajar juga bisa diibaratkan sebagai sebuah kemampuan menerima orang lain dan kesediaan untuk berubah, baik itu perubahan diri dan kebutuhan perubahan lingkungan. Sehingga belajar merupakan kemampuan menyediakan ruang dalam diri dan menciptakan ruang diluar diri untuk terjadinya perubahan.

Akhirnya kita mesti harus tetap melatih diri untuk mampu menyediakan ruang dan mencipta ruang bagi perubahan, selain itu kita juga harus melatih diri mampu melihat peluang dan memanfaatkannya sebagai momentum melakukan perubahan, tanpa itu semua, kita akan tidak menjadi siapa siapa, kita tertinggal dan bahkan kita akan dilindas oleh zaman.

Maka siapkanlah diri menghadapi perubahan dengan jiwa yang lapang serta menerima apapaun yang terjadi, bukankah apa yang hari ini kita dapatkan adalah buah dari perbuatan kita masa lalu. Semoga Allah melindungi kita semua, dan memberikan yang terbaik.. Aamien.

 

Surabaya, 26 Juni 2018

*M. Isa Ansori

Anggota Dewan Pendidikan Jatim, staf pengajar di STT Malang dan Untag 1945 Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here