Catatan Oase Kehidupan #122: Harapan Itu Ada Lagi

0
104
Foto sunset di Bali diambil dari youtube

KLIKMU.CO

Oleh: M.Isa Anshori*

Rabu ( 4/7) saya diminta mendampingi Kepala Dinas Pendidikan Jatim Cabang Surabaya, Karyanto. Hari itu akan ada warga yang sampai saat ini masih belum merasa puas dengan layanan PPDB yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Jatim.

Sekitar 50 an warga yang mengadukan persoalan putra putrinya yang belum lolos dalam seleksi penerimaan siswa baru. Mereka ada yang dari jalur prestasi, mitra warga dan ada yang inklusi. Rata rata yang disampaikan oleh warga adalah mengapa anaknya tidak lolos, padahal anaknya berprestasi, ada juga yang mengatakan anak saya nilainya baik mengapa kok tidak bisa diterima di Sekolah negeri dan banyak lagi hal yang diungkap beekaitan dengan kinerja sistem dan zonasi.

Karyanto dengan seksama mendengarkan apa yang disampaikan oleh walimurid. Setelah selesai semua, maka dilakukan tanggapan atas masukan yang diberikan oleh walimurid. Karyanto memulai dengan ucapan terima kasih atas berkenannya warga hadir di Dinas Pendidikan Jatim, dan terima kasih atas segala masukannya. Namun apa yang disampaikan oleh bapak ibu sekalian harus diurai satu persatu, agar ketemu akar masalahnya. Misalnya kalau kesalahan di sistem, maka sistem akan dilakukan perbaikan agar tidak merugikan masyarakat. Kalau persoalannya biaya bila sekolah di swasta, maka akan dicarikan jalan keluarnya.

Hal yang paling penting adalah janganlah semua memaksakan harus sekolah di negeri, masih banyak sekolah swasta yang tidak kalah baiknya dengan negeri. Sehingga semua bisa berlapang dada, maka persoalan pendidikan bisa diurai.

Meski sempat memanas dengan pernyataan pernyataan keras peserta aksi, saya dan Pak Karyanto mencoba memahami apa yang menjadi keinginan para orang tua walimurid tersebut. Untungnya juga pada pertemuan yang di dampingi oleh Komunitas Bambu Runcing Surabaya ( KBRS ) tersebut, Wawan dan Nashir serta dibantu oleh yang lainnya, terlihat Candra, Krewol, Cak San , Frente dan yang lainnya, yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, suasana bisa diredam dengan baik, karena Wawan menegaskan akan dibantu mengkomunikasikannya kalau memang data yang disebutkan itu ada, setelah itu akan dikomunikasikan dan beri kesempatan Dinas pendidikan Jatim untuk mempelajari dan memberi jawabannya. Rupanya warga setuju dengan tawaran tersebut, dan pertemuan ditutup dengan berjabat tangan.

Tidak Selalu Swasta Kalah Dengan Negeri

Bagi saya pendidikan itu bukan hanya persoalan negeri atau swasta, apalagi ditingkat pendidikan dasar dan menengah. Selama selalu ada anggapan bahwa negeri lebih baik dibanding swasta, swasta lebih mahal dan sebagainya.

Pendidikan itu berkaitan dengan proses dan kenyamanan anak belajar, pendidikan itu bukan sekedar keinginan, apalagi hanya keinginan orang tua. Pendidikan harus dipahami sebagai sebagai persiapan menghadapi masa depan. Sehingga cara berpikir feodal yang selalu beranggapan negeri lebih baik dari swasta harus sudah mulai ditinggalkan. Bisa dibayangkan kalau semua berharap pada sekolah negeri, lalu dengan segala cara berupaya memaksakan kehendaknya untuk masuk sekolah negeri, apa jadinya pendidikan negeri?

Sudah saatnya kita semua berani melihat keluar, bahwa masih banyak pendidikan yang baik meski bukan sekolah negeri . Pendidikan baik itu harus diukur dari sejauh mana pelayanan yang diberikan mengedepankan kepentingan terbaik anak. Mengedepankan kurikulum berdasarkan kebutuhan perkembangan anak, serta seperti apa kepedulian guru terhadap pengembangan kompetensi anak.

Hal yang terpenting juga layanan pendidikan kepada inklusi, adik adik kita dari kelompok disabilitas, berharap pada pendidikan formal inkkusi barangkali akan menyulitkan mereka berkembang, ada baiknya pemerintah membantu membangun sekolah sekolah vokasi bagi mereka, meski harus non formal, bagi mereka yang terpenting adalah mereka bisa belajat dan tidak menyulitkan mereka menuju tempat belajar tersebut.

Masyarakat sudah berbuat dengan caranya, tinggal sekarang bagaimana orang tua mau merubah mindsetnya bahwa sekolah baik ada dimana saja, ketika semua dianggap baik, maka janganlah memaksakan kehendak harus sekolah di negeri. Anggapan bahwa sekolah swasta lebih mahal dari negeri, ternyata tidak semuanya benar. Tengoklah sahabat sahabat saya yang sudah berbuat dengan sekolah model mereka, baik formal maupun non formal, mereka adalah orang orang yang sudah mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan, dan hasilnya sudah terbukti tak kalah dengan sekolah negeri. Sekali sekali tengoklah mereka didalam karyanya. Selamat berkarya kawan kawan terbaik saya di Ojo Leren Dadi Wong Apik ( OLD WA)

 

Surabaya, 5 Juli 2018

*Sekeretaris LPA Jatim, Anggota Dewan Pendidikan Jatim, Staf Pengajar Fisip Ilmu Komunikasi Untag 1945 Surabaya dan STT Malang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here