Catatan Oase Kehidupan #125: Kok Jadinya Kabur Semua

0
95
Foto mata katarak diambil dari gejala penyakit mata katarak

KLIKMU.CO

Oleh: M Isa Anshori*

Suatu saat kita semua pasti akan mengalami penuaan. Dan secara alami dalam proses penuaan itu juga akan berpengaruh pada kerja fungsi tubuh kita. Terjadi penurunan daya tahan tubuh, bahkan kadang penglihatan kita juga mengalami penurunan. Apa yang kita lihat seringkali terlihat kabur.

Kabur merupakan sebuah akibat dari adanya menurunnya fungsi penglihatan, sehingga kabur merupakan hal yang biasa terjadi kalau kita memang mengalami penurunan fungsi penglihatan. Seringkali dalam kehidupan kita agak susah memecahkan sebuah persoalan, karena kita seringkali mencampur adukkan antara sebab dan akibat. Kadang susahnya cara mengurai masalah, karena kita seringkali menempatkan diri bagian dari masalah yang akan diurai.

Merasa nyaman berdiri didalam zona aman menjadi sebab sulitnya sebuah masalah dicari jalan keluarnya, karena sebagai manusia memang agak susah kalau zona amannya terganggu. Semuanya menjadi kabur dan abu abu.

Situasi kabur serta abu abu inilah yang kadang menempatkan kita pada posisi yang tidak jelas. Cenderung inkonsiten. Sehingga dalam pemaknaan sebuah peristiwa bergantung asumsi yang kita bangun. Sebagai contoh kita cenderung menyatakan seseorang intoleran dan radikal ketika melakukan sebuah perbuatan yang seharusnya dilakukan. Padahal kalau kita pada posisi mereka kita juga akan berlaku hal yang sama. Sehingga apa yang dikatakan sejatinya adalah ucapan kosong yang menampakkan ketiadaan jati diri. Misalkan kalau kita punya rumah, dan rumah kita diganggu orang, tentu orang akan membela dan dalam pembelaan cenderung serius, keseriusan itulah yang kemudian dianggap radikal dan intoleran. Padahal kiga kalau mengalami hal yang sama, juga akan melakukan sesuatu yang dianggap radikal dan intoleran. Jadi betapa rapuhnya mereka akan sebuah istilah, sehingga hal hal yang menyangkut kepentingannya dibolehkan meski melanggar, sementara kalau orang lain yang melakukan akan dibully habis habisan.

Apa yang harus dilakukan?

Kita semua pasti menolak kekerasan dan ketidakhormatan, tetapi kita juga tidak menyukai kalau rumah kita diinjak injak orang apalagi harga diri. Nah yang mesti harus dilakukan adalah kejernihan dalam memandang sebuah persoalan, sehingga asal segala sesuatu tidak sama maka dianggap salah. Nah sebetulnya sikap selalu menganggap yang tidak sejalan selalu salah adalah sikap radikal dan intoleran.

Kebanggaan akan golongan dan kelompok sejatinya dibolehkan tetapi kalau dilakukan dengan cara yang tanpa ilmu dan membabi buta merupakan bentuk kemunduran kita dalam bermasyarakat. Bukankah inti Pancasila adalah gotong royong?

Nah kalau inti Pancasila adalah gotong royong, kebanggaan terhadap kelompok dan cenderung menyalahkan orang lain dan menganggap radikal dan intoleran yang menjalankan hak dan kewajibannya, merupakan pengamalan Pancasila yang mana?

Sudah semestinya kita semua sebagai sesama anak bangsa saling bahu membahu dan saling mengisi dalam rangka membangun Indonesia sebagai bangsa yang bermartabat, bukan malah menjadi bagian yang menciptakan kegaduhan, kalau kita seperti itu selalu mencipta kegaduhan apa bedanya kita dengan mereka?

Akhirnya kembali pada kecerdasan kita semua dalam mendefinisikan sesuatu, agar kita tidak terjebak dan inkonsisten dalam memaknai sesuatu, apalagi kalau sesuatu itu kita kecam. Bangsa ini bangsa yang besar, tentu butuh kekuatan dan kebersamaan. Tidak mungkin kekuatan dan kebersamaan itu bisa diamanahkan kepada mereka yang sukanya membuat gaduh dan cenderung menganggap orang lain salah.

Hanya mereka yang berilmu dan berakallah yang akan mampu diserahi Indonesia yang besar ini. Buat sahabat sahabatku dan adik adik pelajar cerdaslah memilih kawan, jangan terjebak pada mereka yang selalu berupaya menciptakan kegaduhan atas nama keindonesiaan.

” Kalian adalah sebaik baik manusia kalau kalian bisa bermanfaat bagi yang lainnya ” ( Al Hadits )

 

Surabaya, 8 Juli 2018

*Pegiat sosial

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here