Catatan Oase Kehidupan #171: Memberadabkan Kota

0
183
Foto icon kota Surabaya suro dan boyo diambil dari tribbun jatim

KLIKMU.CO

Oleh: M Isa Anshori*

Dalam definisi modern, Kota adalah suatu permukiman yang dirumuskan bukan dari ciri morfolgi kota tetapi dari suatu fungsi yang menciptakan ruang-ruang efektif melalui pengorganisasian ruang dan hirarki tertentu.

Max Weber mendefinisikan kota sebagai suatu tempat yang penghuninya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya di pasar lokal. Ciri kota adalah adanya pasar sebagai benteng serta mempunyai sistem hukum tersendiri dan bersifat kosmopolitan.

Sebagai sebuah tempat yang dihuni oleh manusia, Kota tentu membutuhkan penataan yang berkesesuaian dengan kebutuhan masyarakatnya, sehingga manusia yang tinggal dan beraktifitas didalamnya merasakan kenyamanan.

Surabaya sebagai kota yang menggeliat beranjak menjadi kota megapolitan, tentu saja tidak hanya dihuni oleh masyarakatnya sendiri, tapi juga akan dikunjungi oleh masyarakat daerah sekitarnya. Itu artinya terjadi sebuah aktifitas manusia dari beragam latar belakang dan daerah. Mereka beraktifitas belajar, belanja dan aktifitas lain yang tentu akan berdampak terjadi perputaran ekonomi. Surabaya akan sangat diuntungkan oleh masyarakat sekitarnya, karena mereka bekerja dan berbelanja menghabiskan uangnya di Surabaya.

Ditengah geliat masyarakat memadati Surabaya, sejatinya Surabaya tak boleh angkuh, karena kemajuan Surabaya tidak lepas dari aktifitas masyarakat sekitarnya. Surabaya diharapkan lebih ramah menjemput dan melayani mereka.

Memberadabkan Kota

Sebagai sebuah kota yang diuntunhkan dengan kedatangan para tamunya, sudah seharusnya Surabaya menyampaikan terima kasihnya kepada daerah penyangga yang kebetulan masyarakatnya melakukan akrifitas dan mengjasilkan uangnya di Surabaya. Ucapan terima kasih itu bisa diwujudkan dengan memberi kenyamanan keseluruh warga kota maupun tamunya. Sehingga siapapun yang berada di Surabaya merasakan kenyamanan dan keramahan kota ini.

Memperlakukan warga kota dengan mengajaknya berbicara untuk kepentingan sebuah kebijakan merupakan suatu keniscayaan tentang keberadaban sebuah kota. Sebagai contoh dalam penataan pendidikan yang baik, keberadaban itu ditunjukkan dengan lahirnya sebuah kebijakan pendidikan yang lahir dari pelibatan semua stakeholdernya. Begitu juga tentang kesehatan dan perekonomian. Penataan aktifitas ekonomi mulai dari hulu sampai hilirnya, mesti harus memanusiakan manusianya. Kebijakan penataan ketertiban dan menjamurnya pedagang kaki lima, keduanya harus diakomodir. Karena memang setiap orang mendapatkan kenyamanan dalam bekerja tapi tidak boleh juga melanggar kenyamanan orang lain. Keberadaban dalam penataan ketertiban dan kenyamanan meski harus melibatkan mereka. Sebagai contoh pedagang kaki lima harus mempunyai komitmen tertib, dan pemerintah membinanya serta memberikan ruang untuk mencari nafkah.

Semoga dengan semakin menggeliatnya kota ini, masyarakat semakin terlindungi dan terfasilitasi apa yang menjadi kebutuhannya.

Surabaya, 5 September 2018

*Warga Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here