Catatan Oase Kehidupan #176: Menjalankan Bayang Bayang

0
101
Foto war of shadow diambil dari youtube

KLIKMU.CO

Oleh: M. Isa Ansori*

Pernahkah anda mengalami suatu perlakuan yang kurang menyenangkan dari seseorang, tapi kemudian apa yang anda lakukan ditiru oleh si dia yang memperlakukan anda dengan perlakuan yang kurang menyenangkan. Atau suatu saat anda pernah diperlakukan tidak baik, dengan menyebarkan sesuatu yang tidak benar tentang anda, tapi kemudian si dia mendatangi anda untuk meminta pertolongan. Sikap anda seperti apa menghadapi hal yang seperti itu?

Dalam setiap kehidupan akan selalu ada dinamika, ada yang suka dan ada yang tidak. Larut dalam sebuah dinamika yang tidak suka pada dasarnya akan membuat anda menjadi terganggu secara psikis maupun secara mental. Sehingga situasinya akan merugikan anda. Psikologi anda akan terganggu dan akan berakibat pada kurang maksimalnya anda melakukan sesuatu. Perhatian anda terhadap orang lain yang tidak menyukai anda, justru menunjukkan bahwa anda lebih banyak bekerja bukan karena diri anda, tapi karena anda menginginkan orang lain harus menyukai apa yang anda lakukan, sehingga anda berusaha menjadikan diri anda sebagaimana yang diingini oleh orang lain. Menurut saya anda adalah orang yang egois dan tidak konsisten.

Mengapa ?

Bukankah dalam perjalanan hidup, Allah memberikan gambaran tentang sesuatu yang berpasangan. Ada siang ada malam, tentu juga ada yang suka dan ada yang tidak suka. Fokus kepada yang tidak suka justru akan semakin menjauhkan anda dari mereka yang suka.

Dalam perspektif psikologi, sebuah rasa yang dibangun oleh seseorang sangat dipengaruhi oleh bangunan pikiran yang dibuat ketika berkaitan dengan anda. Kalau dia melihat anda dengan perasaan suka dan cinta, apapun yang anda lakukan akan selalu dianggap baik dan benar begitu juga sebaliknya. Itu artinya kalau bangunan yang dibentuk dengan ketidak sukaan dan kebencian apapun yang anda lakukan akan selalu dianggap tidak benar, dan si dia akan cenderung merusak dan menyerang . Tentu saja perilaku seperti ini termasuk dalam kategori gangguan kejiwaan. Perilaku seperti ini bisa digolongkan sebagai perilaku agresif. Perilaku yang suka menyakiti orang lain dengan verbal maupun non verbal. Orang seperti tak akan pernah merasa bersalah dan tak akan merasa malu, meski perilakunya seperti itu, dia akan datang kepada anda meminta pertolongan atau apapun. Perilaku seperti ini cenderung merusak.

Apa Yang Bisa Kita Lakukan?

Kalau kita meyakini bahwa hidup itu dinamis dan harus memilih, maka saya akan memilih untuk hidup positif, menghindarkan diri dari bertindak sebagaimana keinginan orang lain dan berperilaku sebagaimana keyakinan yang diyakini. Perilaku hidup positif, menjadi diri sendiri dan melakukan apa yang diyakini terbaik, merupakan sikap hidup percaya diri.

Percaya diri merupakan wujud dari keyakinan diri akan sesuatu yang diperbuat. Mereka yang percaya diri akan dengan cepat bersikap meninggalkan orang yang tidak suka. Orang seperti ini akan selalu berupaya menjadikan dirinya baik dan bermanfaat. Sehingga baginya hidup itu hanya berbagi. Orang seperti ini akan cenderung bertemu dengan mereka yang sama sama positif.

Kepercayaan diri merupakan sikap percaya bahwa diri ini mampu. Sikap seperti ini tidak bisa timbul begitu saja, Sikap seperti ini harus dilatih. Pendidikan adalah proses pelatihan diri menjadi percaya diri. Sehingga dalam pendidikan diharapkan ada ” ruang ” membangun kepercayaan diri. Ruang tidaklah harus selalu dipahami sebagai sebuah sarana dan prasarana. Ruang harus dipahami sebuah kesempatan yang didapat. Selain kesempatan yang diberikan, dibutuhkan juga guru yang memahami, sehingga guru harus mengetahui secara pasti potensi yang dimiliki anak.

Nah kawan…. konsistensi dan berpihak pada orang yang suka ” say hello ” serta peduli pada mereka yang menyukai kita, merupakan sikap konsosten. Sikap inilah yang harus selalu diajarkan kepada anak anak. Marilah kita ajari diri kita dan anak anak kita menjadi teladan positif bagi lahirnya sebuah peradaban yang beradab.

Jadilah diri sendiri dan bekerjalah sesuai dengan hati nurani, jangan menjadi bayang bayang orang.

Surabaya, 13 September 2018

*Warga Surabaya dan Anggota Dewan Pendidikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here