Catatan Oase Kehidupan #188: Menyebarkan Toleransi Dengan Intoleran

0
150
Foto diambil dari Inilah Jalanku.wordpress

KLIKMU.CO

Oleh: M Isa Anshori*

Toleransi dimaknai sebagai sikap hormat dan kemampuan menghargai dan mengapresiasi orang lain. Dalam toleransi setiap orang diharuskan mampu menyediakan ruang perbedaan dan menyemai dengan penghormatan kepada siapapun yang berbeda dalam sikap dan pilihan.

Toleransi sebagai sebuah benih baik maka hanya akan tumbuh baik diladang yang baik dan dilahirkan oleh orang baik. Sehingga bicara toleransi ibarat menyemai kebaikan ditengah perbedaan yang terjadi di masyarakat. Jadi toleransi hanya bisa disemai oleh mereka yang memang bersikap toleran.

Lalu apa itu sikap toleran? Sikap toleran adalah sikap teguh meyakini kebenaran prinsip yang dibawah dan menghormati prinsip yang diyakini oleh orang lain. Sehingga sikap toleran itu menunjukkan sikap teguh terhadap keyakinan yang dipegang, dan menghormati keyakinan yang dimiliki oleh orang lain. Penyebaran keyakinan tanpa memaksakan merupakan bentuk sikap toleran, karena disana terkandung sebuah penyadaran.

Dalam hal mentauladani sikap toleran maka Nabi Muhammad merupakan tokoh yang paling toleran. Anda bisa bayangkan bagaimana Nabi setiap hari harus menyuapi makanan seorang yahudi tuna netra yang setiap hari mencaci maki Rasulullah. Marahkah Nabi? Tidak, justru dengan sabar beliau setiap hari memberi makan dan menyuapinya. Sikap Nabi yang seperti inilah yang sejalan ajaran toleransi yang diembannya, Islam sebagi agama yang toleran. Sikap toleran yang diemban oleh Nabi sebagai sikap rahmatan lil ‘alaamiin ini diemban oleh Nabi sebagaimana dituliskan oleh Allah dalam surat Al Kaafiiruun, dimana disana dituliskan penghargaan atas perbedaan dengan pernyataan bagi kamu agama kamu dan bagi kami adalah agama kami.

Sebagai manusia yang bergelar Al Aamien, Nabi sangat dipercaya dan dihormati masyarakat Quraysi. Sehingga sikap terpercaya dan kemampuan bertoleran diemban dan disebarkan. Hanya mereka yang berjiwa toleran yang akan mampu berbuat toleran. Hanya mereka yang terpercaya yang bisa memberi kepercayaan kepada orang lain.

Intoleran bisa dimaknai sebaliknya dari kata toleran. Intoleransi adalah sebuah sikap yang tidak mampu menghargai dan menghormati perbedaan dan pilihan orang lain. Intoleran merupakan sikap menutup ruang batin dan menutup kemampuan untuk menyediakan ruang berbeda. Intoleransi adalah sebuah sikap memaksa kepada orang lain atas pilihan yang diyakininya, orang lain dipaksa memahami maksudnya, karena berbeda dengan orang lain, dan menjadikan pilihan orang lain sebagai sikap intoleran.

Sikap intoleran biasanya tumbuh subur pada jiwa yang sering menyemai kebohongan dan memaksakan kehendaknya. Nah apakah mungkin mereka yang intoleran dan selalu memaksakan kehendaknya, serta suka memandang pilihan orang lain yang tak sama dianggap intoleran mampu menyemai sikap toleransi? tentu saja tidak, kalau itu dilakukan , maka apa yang dilakukan tak lebih sebagai sebuah kebohongan dan kepanikan.

Seruan toleransi yang berasal dari sekelompok orang yang tak mampu menghargai perbedaan, sejatinya adalah kebohongan dan syarat dengan kepalsuan.

Kita bisa belajar dari apa yang terjadi saat ini, ditengah hiruk pikuk perbedaan pilihan antar para pendukung kontestasi, tentu sebagai manusia yang sadar dan berakal, kita bisa merenung sejenak bahwa bibit yang baik akan tumbuh dengan baik, meski ditanam ditanah tandus yang gersang. Sebaliknya bibit yang tidak baik tentu akan tumbuh subur diladang ketidak baikannya. Seruan toleransi yang diteriakkan oleh mereka yang anti toleransi dan tak mampu menerima perbedaan sejatinya adalah kebohongan. Kita tak layak mempercayai dan mengikuti, pastilah teriakan toleransi dari pemeluk intoleran adalah sebuah kebohongan.

Semoga Kita selalu diberkahi dengan sikap istiqomah.. aamien

Surabaya, 28 September 2018

*Pegiat Sosial tinggal di Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here