Catatan Oase Kehidupan #191: Jamu Pegel Linu dan Pegel Ati

0
52

KLIKMU.CO

Oleh: M Isa Anshori*

Hari ini terasa lelah sekali, mungkin karena imbas dari kurang tidur. Selama 4 hari memang dalam kondisi harus dilakukan aktifitas ekstra. Betapa tidak mendapatkan tugas menulis kebudayaan Jawa Timur dengan mengeksplorasi keunikan suku suku yang ada di Jatim. Alhamdulillah meski belum kelar semua, namun dalam waktu yang kurang dari seminggu mampu mengumpulkan lembar demi lembar dan terkumpul sekitar 100 halaman, dan itu masih bisa bertambah lagi, seiring dengan meningkatnya motivasi belajar budaya dan menuliskannya.

Terasa sekali betapa lelahnya diri ini, tapi ada keharuan ketika mampu mengeksplorasi keunikan budaya masyarakat. Sebut saja budaya Samin yang bertumbuh di Bojonegoro, Pati sampai dengan Kendeng. Bagaimana mereka dengan istiqomahnya melakukan perlawanan tanpa melawan, artinya melakukan perlawanan dengan sikap diamnya dan semaunya sendiri, sehingga membuat Belanda kewalahan menghadapi mereka. Pelajaran apa yang bisa dipetik dari mereka? Ketika mereka sudah tahap lelah hati dan marah, mereka diam dan melakukan sesuatu yang dirinya menginginkan apa saja yang ingin dilakukan. Ada kemerdekaan bertindak dan berbuat.

Saya membayangkan sebuah tubuh ketika mengalami kelelahan yang sangat maka dibutuhkan istirahat atau kadang orang menambahkannya dengan minum jamu, kalau badan anda terasa pegal pegal anda bisa pijat badan atau minum jamu pegal linu. Sehingga diharapkan setelah itu badan menjadi segar kembali.

Kalau yang ternyata yang lelah hati anda, apa yang anda akan lakukan? Belajar dari sikap masyarakat Samin, saya kira memerdekakan diri merupakan jalan murah untuk melepaskan diri dari kelelahan hati. Nah itu yang dalam perspektif psikologi dikategorikan sebagai meditasi dan relaksasi.

Meditasi adalah sebuah proses perenungan dalam dengan cara membangun konstruksi ruang baru melalalui alam pikiran bawah sadar. Konstruksi ruang baru itu diharapkan bisa merasuki relung pikir dan rasa. Diharapkan dengan kerasukannya ruang pikir dan ruang rasa itu, tercipta suasana baru.

Nah kawan ada baiknya saat saat kita merasakan kelelahan yang dalam untuk. Membangun ruang baru melalui alam pikir dan alam rasa kita, sehingga batin kita akan menemukan suasana baru dan menyegarkan. Suasana batin yang baru untuk menurunkan kadar kelelehan rasa itu dengan jalan mengikatkan pikiran dan rasa kita kepada Tuhan.

” Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS. ar-Ra’du: 28)

Surabaya, 3 Oktober 2018

*Pemerhati Sosial

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here