Catatan Oase Kehidupan #198: Gempa

0
40
Foto jalan retak akibat gempa diambil dari detik.com

KLIKMU.CO

Oleh: M Isa Anshori*

Getaran itu terasa sekali sehingga membuat oleng tubuh, bahkan gantungan lampu terasa bergerak. Ya dini hari itu sekitar pukul 01.54, Kamis, 11 Oktober 2018, bumi memgalami goncangan. Nun jauh di bagian selatan Jawa Timur, alam lagi memgingatkan kepada kita semua dengan goncangan yang lumayan terasa, berdasarkan informasi yang dikeluarkan oleh BMKG sebagaimana dilansir oleh Tribun-Bali.com bahwa telah terjadi gempa bumi 6,2 SR Guncang Situbondo, Guncangan Terasa Hingga Denpasar, Kamis, 11 Oktober 2018 03:11.

Gempa berkekuatan 6,4 SR mengguncang Situbondo, Jawa Timur, Kamis (11/10/2018) dini hari.

Guncangan gempa itu terasa begitu keras hingga Denpasar.

Guncangan sempat terjadi beberapa detik.

Sementara itu, gempa bumi itu juga terasa mengguncang Surabaya, 11 Oktober 2018 sekitar pukul 01:44 WIB.

Getaran gempa terasa sampai dua kali. Getaran kedua terasa lebih kuat.

Informasi perihal gempa ini dikonfirmasi keterangan akun Twitter @InfoBMKG sebagai berikut:

Gempa Mag:6.4, 11-Oct-18 01:44:57 WIB, Lok:7.42 LS,114.47 BT (61 km TimurLaut SITUBONDO-JATIM), Kedalaman:10 Km, tidak berpotensi tsunami.

Gempa sejatinya peristiwa alam yang sering terjadi disekitar kita, namun karena seringkali kita tak mempersiapkan dalam menghadapinya, seringkali kita merasa panik ketika gempa melanda.

Selain gempa yang terjadi pada alam, Rabu, 10 Okteober 2018, Pukul 18.00, terjadi gempa sosial yang berpusat di Jakarta. gempa yang diumumkan oleh Menteri ESDM, Jonan berupa kenaikan harga premium. Gempa kenaikan harga BBM jenis premium ini sejatinya berpotensi terjadi nya tsunami sosial apabila tidak segera diredam, maka sejam kemudian, kementerian ESDM, Jonan mengabarkan bahwa gempa tidak jadi dimunculkan, dengan alasan bahwa pertamina belum siap, padahal yang belum siap sejatinya adalah pemerintah. Bukankah turbulensi tsunami akan lebih cepat tercipta ditahun politik seperti saat ini ?

Potensi Tsunami sosial merupakan gempa yang setiap saat akan menimpa kita semua, apalagi di tahun politik yang tak bersahabat ini. Setiap orang mempunyai resiko yang sama, apalagi kalau mereka dianggap berbeda dengan pemilik kekuasaan. Hal yang paling bisa kita lakukan dalam rangka menghindari badai Tsunami sosial adalah berhati hati dalam bersikap dan bijak dalam berpikir dan bertindak. Bukankah yang benar saja bisa menjadi salah, apalagi kita berbuat salah?

Akhirnya saya hanya berharap bahwa semoga saja kita semua segera diberi kekuatan oleh Allah dan dihindarkan dari bencana badai Tsunami dengan dihadirkan pemimpin yang mengayomi dan melindungi rakyatnya.

Surabaya, 11 Oktober 2018

*Pengamat Sosial

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here