Catatan Oase Kehidupan #204: Ketika Salah Menempatkan Kata

0
101
Foto aktor dalam acara ups salah diambil dari mbah Surip

KLIKMU.CO

Oleh: M Isa Anshori*

Dalam komunikasi ada yang dikenal dengan sebutan komunikasi intrapersonal dan komunikasi interpersonal. Kedua macam komunikasi itu sejatinya mengajak kita untuk cerdas memilih kata sehingga informasi yang kita sampaikan bisa sampai pada penerima pesan.

Ada banyak hal yang mempengaruhi sebuah pesan akan sampai pada penerima pesan, diantaranya adalah kesamaan latar belakang baik itu sosial maupun budaya, ada juga latar belakang pendidikan dan kadang persoalan pemilihan kata. Seringkali sebuah komunikasi tak bisa berlangsung dengan baik karena memang salah satu diantaranya tak mampu memahami dirinya dan orang lain. Sehingga terhadap pemilihan kata, pengampai pesan tak mampu memilihkan kata yang tepat bagi lawan bicaranya.

Saya menjadi tergelitik ketika membaca lalu lintas berita di media, baik itu yang cetak maupun yang online araupun yang ada di media sosial. Seringkali penempatan kata kurang tepat dipilih ketika melakukan sebuah komunikasi, sehingga maknanya kemudian menjadi bias. Bukankah sebagai manusia beragama kita percaya bahwa kata dan ucapan itu bisa menjadi doa?

Nah kawan saya hanya ingin berbagi dan mengajak agar kita berhati hati dalam memilih kata dalam setiap pembicaraan dan diskusi yang kita lakukan, agar kita bisa mendapatkan berkah kebaikan dari apa yang kita ucapkan.

Catatan kritis saya dalam hal pemilihan kata saya tujukan kepada para pendukung capres yang kurang memahami makna sehingga salah dalam menginterpretasikan maksud makna. Sebagai contoh ketika terjadi perdebatan antara pendukung presiden Jokowidodo sebagai calon presiden, mereka mempertanyakan apa yang sudah dikerjakan Prabowo, tentu menurut saya ini hal yang kurang tepat disampaikan, karena Prabowo memang belum berbuat karena beliau masih calon presiden, pertanyaan seperti. Itu justru bisa dimaknai sebagai doa agar Prabowo sebagai Presiden berikutnya. Jadi bagi pendukung Prabowo, nyantai saja menanggapi. Bagi pendukung Pak Jokowi sebagai Capres dan saat ini sedang menjadi presiden, hendaknya juga berhati hati dalam memilih kata, karwnar kalau masih menginginkan Jokowi menjadi presiden, maka berhentilah bertanya akan prestasi Prabowo.

Kritikan tentang prestasi Pak Jokowi dari pihak oposisi juga harus ditanggapi sebagai suatu hal yang wajar, karena memang hak oposisi untuk bertanya kepada presiden yang sedang jadi calon presiden. Melawan kritik secara habis habisan teehadap kritikan oposisi, merupakan penempatan yang kliru terhadap posisi Pak Jokowi sebagai presiden, karena memang presiden harus dikritik dan diberi masukan. Menolak kritik akan prestasi Pak Jokowi dengan membuat pertanyaan balik, justru sebuah langkah mendegradasi Pak Jokowi, sehingga kepada sahabat sahabat saya pendukung Pak Jokowi tetaplah keep calm menghadapi semuanya. Jawablah mereka dengan kerja bukan dengan kata kata.

Semakin keras berbantah terhadap kritik pihak oposisi, justru akan semakin melemahkan posisi Pak Jokowi sebagai presiden. Bukankah sahabat sahabat semua juga beragama dan beryakinan bahwa ucapan dan sikap itu adalah sebagian dari doa.

Akhirnya saya hanya mengajak kepada semua, marilah kita cerdas dalam memilih kata, sehingga semangat dukungan kita akan menjadi doa terbaik bagi pilihan kita. Berlombalah dengan cara yang baik dan memberikan yang terbaik, sehingga kelak kita akan mendapatkan yang terbaik. Jadi berhati hatilah dalam memilih kata dan makna dalam memberikan dukungan , semoga Allah selalu melindungi kita …aamien.

Surabaya, 23 Oktober 2018

*Pengamat Sosial

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here