Catatan Oase Kehidupan #207: Solidaritas dan Persaudaraan

0
101
Foto Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah dan ketua GP ANSOR diambil dari Ngopibareng

KLIKMU.CO

Oleh: M Isa Anshori*

Solidaritas dan persaudaraan adalah dua kata yang mempunyai makna berkaitan. Solidaritas mengacu pada sebuah kesamaaan perasaan dan tujuan, sedangkan persaudaraan mengacu adanya kesamaan ikatan. Solidaritas yang kuat akan meningkatkan perasaan bersaudara. Solidaritas akan menjadi persaudaraan bila disertai adanya perasaan sebagai saudara. Perasaan saudara itu akan muncul bila disertai adanya kepercayaan.

Solidaritas sejatinya merupakan bangunan karakter yang menjadi ciri khas kita sebagai bangsa, Solidaritas merupakan wujud lain dari gotong royong. Pendidikan merupakan penyemai pondasi bagi lahirnya sikap solidatitas. Bukankah Bung Karno pernah mengatakan bahwa dasar negara kita kalau diperas akan menjadi ekasila yaitu gotong royong.

Sejarah pernah menuliskan sebuah peristiwa bagaimana kegotong royongan mampu menghasilkan sebuah karya besar kemerdekaan Indonesia. Bagaimana warga Aceh bergotong royong mengumpulkan dana guna bisa membeli pesawat pertama RI Seulawah?

Syahdan, di satu masa, Acheh atau Aceh adalah kesultanan yang berdaulat. Pun ketika Indonesia merdeka pada 1945.

Namun, sultan dan rakyat Aceh, dengan berbagai pertimbangan matang, legawa menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menilik sejarahnya, kisah-kisah heroik dan pahlawan bermunculan dari bumi rencong ini. Sebut saja, Teuku Umar, Teungku Cik Di Tiro dan Cut Nyak Dien, adalah tiga pahlawan nasional asal Aceh yang namanya harum hingga saat ini.

Pengorbanan tokoh dan masyarakat Aceh tak berhenti di situ. Pada masa pasca-kemerdekaan, rakyat Aceh tercatat menjadi salah satu penopang bangsa yang kala itu masih rentan.

Salah satu yang hingga kini masih dikenang adalah kisah pembelian pembelian pesawat Duglas DC3, yang lantas dikenal sebagai pesawat RI-001 Seulawah atau pesawat Seulawah, cikal bakal maskapai penerbangan milik negara, Garuda Indonesia Airways.

Mereka membeli pesawat ini dengan jalan urun dana atau crowdfunding. Gotong royong rakyat Aceh ini menjadi tonggak sejarah penting bagi Indonesia di dunia penerbangan.

Sebuah perusahaan digital atau startup bidang perfilman, produserfilm.com telah berencana mewujudkan proyek film ini. Startup besutan pengusaha asal Purwokerto, Aris Wahyudi, ini hendak mewujudkan sebuah film komersial pertama yang dananya dikumpulkan secara terbuka di Indonesia.

Film ini sendiri nantinya akan berlatar dua waktu. Yakni, masa ketika penggalangan dana untuk pembelian pesawat dan kondisi maskapai Garuda Indonesia saat ini. Lantas, kenapa produserfilm.com memilih kisah yang berhubungan dengan sosok Bung Karno dalam film perdananya?

“Selain menghargai Sukarno sebagai proklamator, Bung Karno adalah pelopor crowdfunding di Indonesia,” tulis Aris dalam situs produserfilm.com, menjelaskan kisah pembelian pesawat Seulawah oleh rakyat Aceh.

Surabaya, 26 Oktober 2018

*Pengamat Sosial

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here