Catatan Oase Kehidupan #211: Duka itu Duka Kita

0
108
Foto ilustrasi radar hilangnya Lion air J160 diambil dari Detiks News

KLIKMU.CO

Oleh: M Isa Anshori*

Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun, Segala sesuatu yang berasal dari Allah maka akan kembali pula kepada Allah. Pagi ini, Senin, 29 Oktober 2018, Tepat dihari ke 300 perjalanan 2018, tiba tiba kita semua dikejutkan dengan tragedi jatuhnya pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT610. Pesawat dipastikan jatuh di laut utara Karawang, Jawa Barat. Personel Badan SAR Nasional sudah menemukannya.

Tragedi ini tentu menyisahkan pilu yang sangat dalam, terutama bagi para keluarga dan kerabat korban. Betapa tidak sejumlah 189 penumpang yang terdiri dari orang dewasa, anak anak dan bayi, tentu ada sebagian dari mereka adalah tulang punggung keluarga, yang menjadi tumpuan keluarga. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan keluarga yang ditinggalkan, sehingga tak elok kemudian kita dalam situasi yang bela sungkawa seperti ini, lalu kita mengumbar foto dan gambar tragedi, meski tujuan kita baik. Mencobalah memehami perasaan keluarga korban sebagaimana kita membayangkan bahwa korban adalah keluarga kita.

Kita tentu semua akan trauma kalau mengingat sebuah kejadian yang menimbulkan histeria perasaan. Sehingga hal baik yang bisa kita lakukan adalah berempati dan berbela sungkawa atas tragedi itu. Semoga Allah mengampuni dosa semua korban dan menempatkan mereka pada tempat terbaik dan khsunul khotimah.

Kejadian insiden jatuhnya pesawat setidaknya bukanlah kali ini terjadi, tentu ini harus menjadi perhatian semua terutama pemerintah melalui kementrian perhubungan. Penerbangan merupakan sesuatu pekerjaan yang membutuhkan kewaspadaan tinggi, sehingga berkaitan dengan kegiatan penerbangan harus dilakukan sebuah prosedur yang tinggi pula.

Lion Air. Memang sebuah fonomena, beberapa kali mengalami persoalan yang dikeluhkan oleh masyarakat, misalkan tentang delay keberangkatan, dan buruknya layanan, tapi Lion Air juga masih dibutuhkan masyarakat. Benci tapi rindu, itulah yang layak disematkan kepada pengguna Lion Air. Tentu tidak elok menjadikan Lion Air sebagai kambing hitam, tapi setidaknya melihat catatan nya kita patut prihatin.

Lalu apa yang harus dilakukan ?

Pemerintah mempunyai kewajiban melindungi warganya dan menjamin keselamatannya. Sehingga menjadi bagian tugasnya, sudah saatnya pemerintah melakukan prosedur yang ketat dan aman terhadap maskapai penerbangan dan pengguna jasa penerbangan.

Kita berharap tragedi ini menjadi tragedi terakhir dan kitapun juga berharap agar tidak lagi terjadi jatuhnya korban orang orang tercinta keluarga. Dibutuhkan kerja keras dan berani untuk memastikan penerbangan kita menjadi baik dan terjamin keselamatan.

Saya jadi teringat Pak Dahlan Iskan ketika menjadi pejabat menteri perhubungan, beliau lakukan kerja tak populis untuk memperbaiki layanan kereta api. Beliau berlakukan standar layanan yang aman dan nyaman terhadap perkereta apian. Awalnya memang mendapatkan banyak pertentangan, namun semua sekarang bisa merasakan betapa nyamannya naik kereta api.

Hal yang sama tentu bisa dilakukan oleh kementrian perhubungan yang sekarang ini, mengevaluasi kembali layanan jasa penerbangan, termasuk didalamnya fasilitas pesawat dan pesawatnya. Termasuk didalamnya prosedur perizinan dan serya jaminan pesawat yang layak terbang. Hal yang tak kalah pentingnya kelayakan seorang pilot beserta crew nya layak menjalankan layanan penerbangan. Jangan sampai kita pernah mendengar seorang crew penerbangan berkelai dengan penumpangnya, karena tak mampu mengendalikan emosinya.

Sebagai pengguna jasa, sudah seharusnya kita juga menjadi pengguna yang mempunyai kesadaran keselamatan penerbanngan. Bukankah sudah sering kita diingatkan bahwa menyalahkan ponsel pada saat penerbangan itu dilarang, tapi kadang kita juga tak peduli.

Nah kawan.. hidup itu ibarat kita bermain puzzle. Setiap apa yang kita lakukan akan berdampak pada yang lain. Dampak itu bisa baik dan bisa buruk. Menyalakan ponsel sebelum adanya perintah aman dari petugas, sejatinya bisa mengakibatkan terganggunya keselamatan penerbangan. Mari bijak berbuat agar perbuatan kita selalu berdampak baik

” Sebaik baik manusia adalah mereka yang bisa memberi manfaat kepada manusia yang lainnya ” kepada orang lain. ( Alhadits).

Marilah kita tundukkan kepala dan suasana kebatinan kita, kita berdoa kepada semua saudara kita yang mengalami musibah, agar mereka semua diampuni Allah dan khusnul khotimah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi tragedi ini. Dan tak lupa kita doakan kepada pemerintah agar selalu diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah prosedur keselamatan penerbangan.

Sampang, Ketapang, 30 Oktober 2018

*Essays dan tinggal di Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here