Catatan Oase Kehidupan #222: Membaca Fakta

0
82
Foto dua jari atau satu jari adalah pilihan diambil dari dokumen pribadi meyla

KLIKMU.CO

Oleh: M Isa Anshori*

Hari ini saya mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dengan beberapa adik adik mahasiswa diruang kelas. Pokok bahasan diskusi saya hari ini adalah bagaimana membaca suatu fakta. Hal pertama yang selalu saya tanyakan sebagai bagian menyamakan persepsi tentang fakta.

Fakta adalah hal atau keadaan yang merupakan kenyataan atau sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi. Fakta bersifat objektif. Setiap orang akan memiliki kesamaan dalam pengamatan suatu fakta. Sebuah fakta mempunyai kebenaran mutlak dan tida bisa dibantah. Kejadian yang bisa diterima oleh akal sehat atau nalar tertentu saja disebut fakta.

Dalam penggunaannya fakta itu ada yang bersifat umum dan ada yang bersifat khusus. Fakta yang bersifat umum merupakan sesuatu yang bersifat universal. Misalnya, Air mengalir dari tempat yang tinggi menuju tempat yang lebih rendah. Sedang fakta yang bersifat khusus itu misalnya pasangan calon presiden dan wakil presiden tahun 2019 afalah Jokow – Ma’ruf Amien dan Prabowo – Sandiaga Uno.

Apakah fakta yang kita dapati saat ini adalah fakta yang sebenarnya atau fakta yang dibentuk? Fakta yang bersifat sebenarnya adalah fakta yang memang terjadi secara alami tanpa rekayasa. Sehingga peristiwanya mengalir dan fakta yang terjadi apa adanya.

Namun sayangnya, seringkali sesuatu yang benar terjadi menjadi bias karena fakta yang ada dibentuk berdasarkan kepentingan yang ada. Nah untuk melihat sebuah peristiwa itu benar adanya atau dibuat seolah benar.

Untuk memahami sebut fakta itu benar atau dibuat agar terlihat benar, kita bisa merunut pada kebiasaan sebelumnya. Misalnya kalau kita lihat kebiasaan seseorang dalam beraktifitas, misalkan makan di warung kecil. Kalau kita tak pernah melihat tapi tiba tiba dia makan di warung karena mendekati pilkada, maka bisa diduga fakta dia makan diwarung adalah fakta yang dibuat. Karena sedang ada kepentingan maju sebagai pemimpin atau wakil rakyat.

Nah kawan… Ditengah riuhnya perhelatan kepemimpinan nasional kita mesti harus waspada dan cerdas menangkap sebuah fakta, mengapa? Karena saat agak sulit menemui fakta yang sesungguhnya, terlalu banyaknya kepentingan, menjadikan fakta yang tersaji dihadapan kita patut untuk dicermati kembali.

Selamat memilah fakta, agar kita tak tertipu oleh fakta yang syarat dengan kepentingan.

Assalamualaikum wr wb,

Surabaya, 13 November 2018

*Pengamat Sosial dan Anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here