Catatan Oase Kehidupan #227: Marah ” Wisdom Of Jenghis Khan”

0
109
Foto anak kecil yang sedang marah diambil dari dokumen pribadi denpeyi

KLIKMU.CO

Oleh: M Isa Anshori*

SETELAH lelah karena habis berperang, Jenghis Khan, (1162-1227), Raja Mongol termasyhur penguasa benua Asia yang meluluh lantakkan dan penakluk semenanjung Balkan di Eropa Timur, di suatu hari memutuskan untuk berburu ke hutan bersama beberapa Panglima Perang andalannya.

Selain membawa Anjing Pemburu, Jenghis Khan juga membawa burung rajawali, nya yang sudah terlatih untuk berburu dan juga dapat menuntun Jenghis Khan pulang ke Istana bila mereka tersesat di tengah hutan.

Usai berburu dan mendapatkan hasil yang lumayan banyak, mereka pun memutuskan pulang.
Ternyata dalam perjalanan ,Jenghis Khan merasa kehausan, mereka lalu mencari sumber air.
Untunglah, tak seberapa jauh ditemukan tetesan air bening di sebuah bebatuan besar.

Jenghis Khan kemudian menampung tetesan air itu dalam sebuah mangkuk.
Ketika ia hendak minum, tiba-tiba sang Rajawali menukik dan memukul tangan Jenghis Khan sehingga air dalam mangkuk itu tumpah.

Beberapa kali ia mencoba lagi (menampung air di mangkuknya dan mau diminum), tapi selalu terulang kembali gangguan dari Burung Rajawali peliharaannya itu.

Hal ini membuat Jenghis Khan marah, maka ketika Sang Rajawali kesekian kali menumpahkan air yang hendak diminumnya, ia kemudian menebas leher Rajawali dengan pedangnya sampai Rajawali tergeletak di kakinya, mati seketika dengan kepala terputus.

Rasa hausnya pun hilang seketika. Dengan rasa penasaran yang teramat sangat, Jenghis Khan naik ke atas bebatuan itu untuk mencari sumber air tersebut.

Ketika sampai di atas, ternyata sumber tetesan air itu sebuah telaga kecil, Jenghis Khan terkejut bukan main karena melihat seekor ular berbisa mati dengan luka menganga di pinggiran telaga air itu dan bisa (racun)-nya mencemari telaga itu dan airnya mengalir ke arah bebatuan tempat ia tadi menampung dengan mangkok.

Hati Jenghis Khan seketika sesak mengingat kematian Rajawali yang berusaha keras menyelamatkan nya.

Ia kemudian menuruni bukit itu, lalu mengambil mayat Burung Rajawalinya yang sudah mati itu dan menggendongnya dengan rasa penyesalan yang amat sangat.
Hati kecilnya menjerit, Jenghis Khan tak kuasa menahan air matanya.

Dengan lirih ia berkata:
Hari ini aku mendapat pelajaran berharga yang sangat menyedihkan, dan sejak hari ini aku tidak akan melakukan sesuatu apapun jika sedang marah.

Kemudian pulang ke Istananya dan memanggil seluruh Panglima Perangnya berikut pasukannya.
Atas perintah Jenghis Khan, dilakukanlah upacara penguburan sang Rajawali.
Burung Rajawali yang sudah tewas itu dibungkus dengan baju perang milik Jenghis Khan.

Usai pemakaman sang Rajawali, Jenghis Khan berpidato di hadapan ribuan pasukannya:
“Hari ini kita bisa memenangkan satu pertempuran yang besar. Kita bisa mengalahkan musuh.Tapi, pada saat ini saya tidak bisa mengalah kan diri saya sendiri. Dan pelajaran yang sangat mahal itu baru saya dapatkan dari seekor Rajawali yang sangat berjasa dan baru kita makamkan itu.”

Keesokan harinya Jenghis Khan memerintahkan seorang seniman terkenal membuatkan patung emas Burung Rajawali itu.
Di sayap kiri patung Rajawali itu tertulis :
” Saat seorang sahabat melakukan hal yang tidak berkenan di hatimu sekalipun, dia tetaplah sahabatmu ”

Sementara di sayap kanan patung Rajawali satunya tertulis:
” Tindakan apapun yang dilakukan dalam angkara murka hanya akan membuahkan kegagalan “.

Sahabatku,
Dalam keadaan marah biasanya semua tindakan kita tidak bisa terkontrol dengan baik.
Lebih baik ” redakan dulu amarah ” anda, tenangkan diri anda.

Selama amarah Anda belum reda, tundalah dulu keputusan2 penting yang harus Anda ambil bila Anda tak ingin menyesalinya di kemudian hari.

Surabaya, November 2018

*Pengamat Sosial

*Sumber : WAG Alumni Psikologi, Anonim

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here