Catatan Oase Kehidupan #230: Negeri Setengah Jadi

0
1143
Negeri diatas awan diambil dari Hipwee.com

KLIKMU.CO

Oleh: M Isa Anshori*

Pada galibnya sebuah negeri diproklamirkan untuk memberi manfaat bagi manusia yang mendiaminya. Sehingga kita meyakini bahwa hadirnya sebuah negeri dimaksudkan untuk memberi arti bagi siapaun yang mendiami.

Peristiwa proklamasi yang bercerita bahwa anak anak muda waktu itu memaksa presiden agar segera memproklamirkan kemerdekaan setelah tahu bahwa Nagasaki dan Hiroshima dibombardir oleh Amerika dan sekutunya. Namun dengan pertimbanganbya sebagai orang tua saat itu Soekarno meminta bersabar, karena menunggu waktu yang tepat.

Nampaknya kalangan muda yang dipelopori oleh Soekarni tak ingin kehilangan momentum kemerdekaan, sehingga saat itu Soekrano dibawah dan dipaksa membacakan teks proklamasi.

Nah ketika naskah proklamasi dibacakan, ada sebait kalaimat hal hal yang belum tertulis akan dirampungkan dalam waktu yang sesingkat singkatnya. Apa artinya?

Saya memahami bahwa pada saat naskah proklamasi dibacakan tentu yakin bahwa Indonesia belum sepenuhnya jadi. Karena masih banyak terjadi perbedaan pendapat. Nah sejatinya saat itu negara bertugas bagaimana mensejahterakan rakyatnya.

Lalu mungkinkah Negeri yang tak sehat itu dipikirkan oleh mereka yang tak sehat juga. Negeri Ini butuh orang waras dan sehat. Sehingga mengurus negeri ini untuk mensejahterakan rakyatnya butuh pemimpin waras.

Pemimpin yang waras itu seperti apa? Nabi memberikan sinyal bahwa syarat menjadi pemimpin itu harus memenuhi 4 syarat, yaitu Shiddiq, Amanah, Fatonah dan Tabligh. Pemimpin seperti itu adalah pemimpin yang visioner dan tentu yang dibaca adalah hal hal yang belum twnti bisa menjadi spanyol.

Nah ketika ketakwarasan hinggap kepada mereka yang setengah jadi, tentu semuanya akan dipaksa memahami dan menelantari akal budi dan nurani kita.

Demokrasi adalah alat berdemo bagaimana orang waras menyampaikan gagasan dan ide idenya. Menjadikan orang gila sebagai partisipan tentu kelihatan sangat manusiawi, namun sejatinya telah merusak efek sandi dan yang lainnya.

Negeri setengah jadi sejatinya bisa dilihat dari cara kita bersikap dan mengelola manajemen yang ada. cara kita bersikap menunjukkan siapa kita. Pilihan kata kita menunjukkan kualitas kita, so biarlah orang lain berbicara.

syahdu kembali terdengar bahwa demo orang orang gila mendapat tempat yang layak bagi mereka, sayangnya ketika menghadirkan mereka dalam sebuah wadah syakral pemilu kita, maka ketemu lah kita dengan pemaksaan atas nama keadilan dan lain lain, maka orang gila boleh mengikuti pilkada.

Negara akan mengantarkan kita kegerbang kesejahteraan. tapi apalah daya? Ketika kedaulatan orang gila akan diterapkan, maka marilah kita semua merdeka dalam berekspresi dan bergembira sambil mengucap selamat orde gila yang merawat negara suka suka.

Surabaya,   November 2018

*Pengamat Fenomena Sosial dan Anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur serta penulis tapi belum gila

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here